(kiri-kanan) Kakanwil BPN Jatim, Jonahar, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo dan Kepala BPN Tulungagung, Eko Jauhrai saat serahkan sertifikat secara simbolis (Joko Pramono for Jatim TIMES)
(kiri-kanan) Kakanwil BPN Jatim, Jonahar, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo dan Kepala BPN Tulungagung, Eko Jauhrai saat serahkan sertifikat secara simbolis (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Bupati Tulungagung dan Badan Pertanahan Nasional (BPN)  menyalurkan seribu sertifikat tanah program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistemasi Lengkap) pada masyarakat. Penyerahan sertifikat itu dilakukan di balai Desa Bangun Jaya, Kecamatan Pakel.

Penyerahan sertifikat dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tulungagung Maryoto Birowo , Kakanwi BPN Jatim dan Kepala BPN Tulungagung.

Baca Juga : Selain Awasi Penyaluran Beras, Dinsos-P3AP2KB Pantau Pembagian BPNT

Maryoto Birowo setelah penyerahan sertifikat mengatakan, tanah merupakan aset yang harus diperjuangkan. Bahkan dirinya mengutip peribahasa Jawa kuno “sadumuk bathuk, sanyari bumi” yang berarti pengakuan hak atas tanah harus dibela dan diperjuangkan.

“Karena prinsip hidup orang Jawa itu ada papan (rumah atau tanah), pangan dan sandang,” ucapnya.

Untuk program PTSL, pihaknya akan membantu pendanaan, serta memfasilitasi Kepala Desa (Kades) untuk menyiapkan administrasi. Maryoto berharap agar masyarakat memanfatkan momen ini.

“Ayo ikut PTSL, karena sertifikat merupakan tanda legal atas tanah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPN Tulungagung Eko Jauhari menuturkan, saat ini target 13.339 sertifikat tanah sudah tercetak dan siap dibagikan ke masyarakat. Saat ini sebagian sertifikat sedang divalidasi melalui aplikasi.

“Untuk tandatangannya bertahap, karena kita juga harus melihat kelengkapannya. Tapi pada bulan November semua selesai,” ujar Eko.

Pada akhir November, seluruh serftifikat akan dibagikan. Rencananya pembagian sertifikat akan dilakukan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga : 50 Penyandang Disabilitas Kecamatan Lowokwaru Dapatkan Terapi dari Dinsos-P3AP2KB

Pengerjaan PSTL di Tulungagung sempat terseok-seok. Pada akhir tenggat penyelesaian, Tulungagung menempati posisi buncit di wilayah Jatim. Tak mau tertinggal jauh, Eko menggenjot pekerjaan PTSL hingga menjadi 6 besar di Jatim, dengan pencapaian  kinerja 97,3 persen.

“Sabtu dan Minggu pun kami lembur hingga jam 12 malam. Dan hasilnya, kita dalam 6 minggu 6 besar se-Jawa Timur,” kata Eko.

Dari data, dengan kuota 13.339 ini, lanjut  Eko, hanya 20 Desa yang terfasilitasi program tersebut. 20 desa itu diketahui tersebar di Kecamatan Besuki, Pakel, Campurdarat, Sumbergempol, Gondang, Kedungwaru dan Karangrejo.