Ilustrasi.(Foto : Batam Today/Google Images)
Ilustrasi.(Foto : Batam Today/Google Images)

Seorang kakek berusia 72 tahun asal Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar diamankan Satreskrim Polres Blitar setelah terbukti melakukan tindak asusila persetubuhan.

Kakek berisial M tersebut ditangkap setelah menyetubuhi cucu keponakannya yang masih berusia 15 tahun. Akibat ulah bejatnya korban kini hamil dan usia kandungannya sudah memasuki bulan ke 5.

Baca Juga : Puluhan Pelajar Diamankan Polisi, Demo Susulan Tolak UU Cipta Kerja di Malang Batal Digelar

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, berdasarkan penyelidikan terungkap tersangka sudah empat kali menyetubuhi korban. Aksi persetubuhan itu seluruhnya dilakukan di rumah korban. Untuk melancarkan aksinya, pelaku melakukan bujuk rayu terhadap korban dengan cara mengiming- imingi uang sebesar Rp 350 ribu. 

Kejadian pertama terjadi pada Mei 2020 lalu. Saat itu sekitar pukul 07.30 wib korban sedang duduk di rumah menonton televisi. Tak kuat menahan nafsu, tersangka kemudian mendekati korban.

Korban berpindah tempat duduk di sofa ruang tengah karena tersangka berulang kali hendak mencium korban. Di ruang tengah itulah kemudian persetubuhan itu dilakukan setelah tersangka melakukan bujuk rayu. 

Persetubuhan kedua dilakukan pada bulan Juni 2020. Saat itu sekitar pukul 08.00 WIB korban masih tidur. Tiba-tiba tersangka M datang ke rumah korban dan masuk ke dalam kamar. Hingga akhirnya kembali terjadi persetubuhan. 

“Persetubuhan terus dilakukan hingga empat kali. Yang ketiga bulan Juli dan yang keempat pada bulan Agustus," ungkap Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Donny Kristian Baralangi, Rabu (14/10/2020). 

Baca Juga : Berkat Pasta Gigi, Penyelundupan Sabu ke Rumah Tahanan Polres Blitar Kota Terbongkar

Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Aksi bejat tersangka menyetubuhi korban akhirnya terbongkar saat keluarga korban curiga terhadap perut korban yang membesar seperti orang hamil. Pengecekan pun dilakukan oleh pihak keluarga korban dengan tespek yang hasilnya positif. Korban kemudian menceritakan semua kejadian yang dialami kepada keluarganya. 

“Atas kejadian ini pihak keluarga korban tidak terima. Pelaku kemudian dilaporkan ke Polres Blitar dan diproses sesuai hukum yang berlaku," terangnya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 81 UU No 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling sedikit 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.