Pjs Bupati Blitar Budi Santosa membuka Musda IX MUI Kabupaten Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Pjs Bupati Blitar Budi Santosa membuka Musda IX MUI Kabupaten Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar menggelar musyawarah daerah (musda) IX, Rabu (14/10/2020)  di ruang Perdana Kantor Pemkab Blitar lama. Agenda musda dibuka langsung oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Blitar Budi Santosa. 

Musyawarah daerah yang mengusung tema “Penguatan Wasathiyatul Islam untuk Memperkokoh Ukhuwah dan Kesatuan Islam” itu dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Blitar Dicky Cobandono dan Ketua MUI Provinsi Jawa Timur KH Abdusshomad Buchori. Musda kali ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran covid-19. 

Baca Juga : Pjs Bupati Blitar Minta Masyarakat Waspadai Dampak La Nina

Sekretaris MUI Kabupaten Blitar KH Ahmad Syu’udi menyampaikan, agenda musda ini dilaksanakan untuk memilik ketua dan jajaran pengurus MUI Kabupaten Blitar periode 2020-2025. Musda kali ini dilaksanakan setelah MUI Kabupaten Blitar berkoordinasi dengan MUI Jawa Timur. Hasil koordinasi tersebut, Musda IX MUI Kabupaten Blitar harus digelar agar tidak ada kevakuman kepengurusan. 

“Kepengurusan MUI Kabupaten Blitar periode ini akan habis masa baktinya pada Desember 2020. Oleh sebab itu, berdasarkan koordinasi dengan MUI Jawa Timur, harus segera dilaksanakan musda bulan Oktober ini,” ungkap KH Syu’udi. 

Dalam kesempatan yang sama, dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Blitar KH Ahmad Zamroji mengatakan, selama kepengurusannya, MUI Kabupaten Blitar memberikan dukungan penuh terhadap program-program pemerintah daerah. Dukungan khususnya di masa pandemi covid-19, yakni MUI ikut turun langsung dalam pencegahan dan penanganan covid-19 di Kabupaten Blitar.

“Dalam pengananan covid-19, kami sangat banyak dilibatkan oleh pemerintah daerah. Peran kami di antaranya menyosialisasikan protokol kesehatan di kalangan pondok pesantren, madrasah, dan para santri,” paparnya.

Dikatakan KH Zamroji, keterlibatan MUI dalam menyukseskan program-program pemerintah daerah tak lepas dari terjalinnya komunikasi yang baik antara MUI Kabupaten Blitar dan kalangan ulama dengan umaro di Kabupaten Blitar.

“Kemitraan antara kami dan jajaran para ulama, umaro dan pemerintah daerah berjalan baik karena komunikasi yang baik. Kami saling membantu. Pemerintah daerah banyak membantu dan memberikan perhatian kepada ulama, kalangan pesantren, madrasah dan santri. Begitu juga sebaliknya. Kami juga banyak membantu pemerintah daerah,” imbuhnya. 

Baca Juga : Gelar Reses, Said Abdullah Ajak Masyarakat Sumenep Semangat Gotong Royong

Sementara itu, Pjs Bupati Blitar Budi Santosa dalam sambutannya saat membuka Musda IX MUI Kabupaten Blitar menegaskan, ulama memiliki peran penting di masyarakat. Pjs bupati juga menambahkan bahwa keberadaan MUI di Kabupaten Blitar sejauh ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai permasalahan kemasyarakatan yang terjadi di Kabupaten Blitar. 

“Para ulama mengambil peran yang sangat signifikan dalam membantu memecahkan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat. Sehingga umat mendapat pencerahan dan terwujud kehidupan yang dinamis serta harmonis,” ungkap Budi Santosa.

Lebih dalam pjs bupati menyampaikan, Pemkab Blitar percaya MUI akan terus bersinergi dan berjalan bersama Pemkab Blitar dalam rangka memebangun Kabupaten Blitar yang maju dan berdaya saing. “Saya mengajak kepada MUI dan seluruh ulama di Kabupaten Blitar untuk sinergi membangun daerah. Bersama-sama kita membangun Kabupaten Blitar yang kita cintai ini. Peran MUI dan ulama sangat penting bagi dalam rangka memberikan saran dan masukan untuk kemaslahatan umat,” tandasnya.(Adv/Kmf)