Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo  saat membuka pelatihan pekerja seni (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo saat membuka pelatihan pekerja seni (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, masih belum mengizinkan pertunjukan yang mengundang banyak orang. Namun Pemkab Tulungagung mengizinkan adanya hajatan di tengah pandemik dengan protokol kesehatan yang ketat.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, mengatakan, dalam hajatan harus ada orang yang mengatur alur tamu. Peran MC atau penata acara dalam hajatan harus proaktif mengingatkan protokol kesehatan dalam hajatan.

Baca Juga : Was-Was Terjadi Bencana Tsunami, Bupati Tulungagung Tenangkan Warga di Pantai Sine

“Peran MC sangat kita perlukan. MC mempunyai tugas untuk sosialisasi (prokes),” ujar Maryoto, Selasa (13/10/2020).

Jika perlu dalam hajatan ada 2 MC. 1 MC untuk penata acara, sedang lainnya bertugas melakukan sosialisasi prokes.

Dirinya mencontohkan, jika dalam suatu hajatan ada 300 tamu yang diundang, maka tamu itu diundang secara bergiliran.

“Pagi untuk keluarga, siang untuk teman dan sorenya untuk tamu lainya,” jelas Maryoto.

Disinggung adanya hiburan dalam hajatan, Maryoto memperbolehkannya, asalkan tidak mengundang banyak massa, seperti organ tunggal dengan 1 penyanyi. Untuk hiburan yang mengundang banyak orang seperti jaranan, wayang kulit atau orkes dangdut masih dilarang.

Baca Juga : Di Tengah Penolakan, Kepala Desa di Tulungagung Ini Ungkap Keberpihakan Isi UU Cipta Kerja

“Pelaku seni monggo, tapi jangan menyelenggarakan acara yang mengundang massa,” tegas Maryoto.

Pelarangan ini termasuk juga hiburan modern seperti bioskop. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Tulungagung untuk pelarangan pertunjukan hiburan yang mengundang masa.