Proses evakuasi bus Bagong yang terguling (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Proses evakuasi bus Bagong yang terguling (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Satlantas Polres Tulungagung masih melakukan pemeriksaan atas tergulingnya bus Bagong nopol N 7189 UF pada Sabtu (10/10/20) lalu. Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui dan mengalami langsung kejadian itu. Seperti warga, penumpang dan awak bus Bagong.

Sedangkan untuk pemeriksaan sopir bus Bagong sendiri, direncanakan dilakukan Rabu (14/10/2020) besok.

Baca Juga : Sebelum Syahganda, Ternyata Deklarator KAMI Anton Permana Lebih Dulu Ditangkap

“Untuk pemeriksaan sopir masih kita agendakan besok(Rabu, 14/10/20),” ucap Kasat Lantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi Sutrisno, Selasa (13/10/2020).

Pemeriksaan terhadap sopir bernama Tri Eko Prima Arifin warga Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kediri, belum bisa dilakukan karena masih mengalami luka di tangan dan kakinya.

Sedangkan saat disinggung unsur pidana dalam kejadian ini, Aristianto mengatakan masih mendalami kejadian tergulingnya bus Bagong. dirinya juga mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kondisi jalan, kondisi kendaraan dan kondisi sopir bus Bagong saat terjadi kecelakaan itu.

“Kondisi bus itu sendiri kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan,” ujarnya.

Sebagai informasi, hingga kini sudah 3 orang yang diperiksa terkait kejadian ini. Untuk saksi lainya seperti penumpang bus ditunda pemeriksaanya lantaran masih mengalami cidera.

“Yang lain masih kondisi sakit, secara fisik dan psikis,” tegasnya.

Namun tidak seluruh penumpang yang akan diperiksa, lantaran sebagian penumpang ada yang tidur saat kejadian berlangsung.

Baca Juga : Petinggi KAMI Syahganda Nainggolan Ditangkap Polisi

Sebelumnya, Bus Bagong jurusan Tulungagung-Surabaya terbalik setelah gagal menyalip mobil bak terbuka. Sebelum terbalik, bus yang membawa 2 awak bus dan 9 penumpang itu sempat berputar sebanyak 2 kali sebelum akhirnya roboh.

Dari penuturan salah satu penumpang, Aan, kecepatan bus mencapai 110 kilometer perjam. Padahal sesuai rambu yang ada, kecepatan maksimum hanya 80 kilometer perjam.

Akibat kejadian itu, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Kaca bagian depan dan kiri bus hancur. Satu awak bus atas nama Geri warga Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, mengalami luka serius patah tangan setelah tergencet badan bus.