Para personel yang hingga sampai saat ini memperkuat Bangkutaman. (Foto: Dok. Bangkutaman)
Para personel yang hingga sampai saat ini memperkuat Bangkutaman. (Foto: Dok. Bangkutaman)

Bangkutaman, sebuah band genre pop yang digawangi oleh tiga pemuda progresif asal Yogyakarta yang hijrah ke Jakarta meluncurkan single keduanya. Lagu bertajuk "Badai" itu dikemas dalam format digital dan sebuah video klip yang artistik.

Single kedua "Badai" merupakan lanjutan rilisan dari single pertama Bangkutaman yang bertajuk "Dinamika" yang keduanya sama-sama dirilis oleh Palm House Records.

Baca Juga : Sisi Lain Rektor UIN Malang Prof Haris, Abadikan Momen Lewat Puisi

Dua karya lagu tersebut di rekam Bangkutaman di Doors Studio sudah sejak lama, tepatnya pada 12-16 Mei 2019 silam. Sebuah karya yang lama terpendam akhirnya diluncurkan oleh Bangkutaman.

Seperti di single pertamanya yang bertajuk "Dinamika", single kedua "Badai" juga menggunakan format kolektif dengan mengajak beberapa orang untuk mengisi instrumen yang terbilang baru dari penyajian Bangkutaman sebelumnya.

Di antaranya Agustinus Panji Madika pada flute, Dharmo Sudirman pada keyboard dan Pandji Adhi Dharma pada guitar serta Indra Perkasa pada instrumen gesek.

Dalam dua lagu yang akhirnya dirilis tersebut, salah satu yang terbaru yakni "Badai" yang merupakan lagu terbaru Bangkutaman non-instrumental ditulis oleh Wahyu 'Acum' Nugroho selaku gitaris sekaligus vokalis. Wahyu mengatakan bahwa lagu "Badai" ia tulis saat suasana sendiri menyelimuti dirinya.

"Ada sebuah momen yang menciptakan sebuah ruang kosong dalam hati saya, kemudian musik pelan-pelan mengisi, timbul cahaya redup, wujud keindahan yang tak terlukiskan," ungkapnya, Senin (5/10/2020) malam.

Kemasan pada lagu bertajuk "Badai" yang terbilang baru dari Bangkutaman ini dikemasi dengan ramuan musik psikedelik. Wahyu menuturkan bahwa pendekatan yang baru ini dilakukan sejak Bangkutaman meramu single pertama "Dinamika" yang terdapat nuansa jazz-nya.

"Pendekatan baru ini dijalani Bangkutaman sejak 'Dinamika' dengan nuansa jazz-nya, juga tak lepas dari peran Pandji Adhi Dharma sebagai produser rekaman dan juga album yang akan dirilis nantinya," terangnya.

Sementara itu untuk penggarapan video klip single kedua bertajuk "Badai", Bangkutaman memutuskan untuk menggandeng Kevin Varian M. Pattipeilohy sebagai pembuat video. Serta Alif Akhmad Maulana sebagai pembuat motion video.

Kevin menuturkan bahwa pada video klip "Badai" ia gunakan simbol burung yang sedang bermimpi tentang memori absurd-nya selama perjalanan. Terlalu banyak waktu untuk terbang hingga lupa untuk istirahat dan napas.

"Burung menggambarkan banyak hal. Di darat bisa hidup, di udara juga bisa hidup, sedangkan rokok adalah penggambaran istirahat sehabis melakukan perjalanan jauh," jelasnya.

Baca Juga : Kolabrorasi Kreatif, Karya Lagu Dituangkan dalam Sketsa Gambar

Untuk single pertama "Dinamika" Bangkutaman yang bekerjasama dengan Palm House Records dirilis dalam format kaset pita dengan jumlah yang sangat terbatas. Serta terdapat bonus track yang tidak terdapat pada platform digital manapun, serta terdapat link untuk digital download.

Berbeda dengan single pertama, untuk single kedua Bangkutaman bertajuk "Badai" dirilis dalam format digital dengan high-quality audio melalui layanan unduh berbayar di situs Palmhouserecords.id .

Akan ada b-side menarik yang menjadi bonus spesial bagi kalian semua yang mengunduh lagu "Badai" maupun pada layanan unduh berbayar yang hanya bisa didapatkan saat melakukan unduh berbayar pada Palmhouserecords.id .

Sebagai informasi sejak berdiri tahun 1999, Bangkutaman telah menelurkan beberapa karya yang terkemas sebagai album dan EP (Extended Play) album, di antaranya album Rileks, Ode Buat Kota dan beberapa single yang telah diluncurkan oleh Bangkutaman.

Sejak tahun 1999 berdiri hingga sampai saat ini, Bangkutaman diperkuat oleh tiga personil andalan yakni Wahyu 'Acum' Nugroho (Vokal, Gitar 12 senar, Gitar elektrik), Christo Putra (Vokal, Drum), Madava Nanda (Vokal, Bass).