Wali kota Yogya dan wakil wali kota saat mulai jajal rute sepeda di tepian sungai.
Wali kota Yogya dan wakil wali kota saat mulai jajal rute sepeda di tepian sungai.

Rute gowes di tepian sungai kota Yogyakarta disusuri oleh Wali Kota Yogyakarta, pada Jumat, (2/10/2020). Rute gowes ini diharapkan dapat digunakan untuk pemanfaatan UMKM. Seperti namanya, rute ini melewati kampung-kampung di tepi sungai yang diawali dari Jalan Jenderal Sudirman hingga menuju Museum Monumen Diponegoro.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti didampingi Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi serta instansi terkait, menjajal rute wisata sepeda Jogja yang telah diresmikan minggu lalu. Kali ini mereka memilih rute jajah kampung susur sungai sepanjang 6,55 KM.
 

Rute gowesnya dari McDonald Sudirman, menyusuri Jalan Mangkubumi, lalu ke arah poncowinatan, terus menuju Jetisharjo. Di Jetisharjo itu ada Taman Robin.

Taman Robin sendiri merupakan taman dengan konsep Internet of Things yang dikembangkan dalam sistem penyiraman tanaman otomatis. Ia dan rombongan juga membagikan ribuan masker kepada para pedagang dan pengunjung pasar.

Selanjutnya melewati pasar Kranggan, kemudian rombongan melanjutkan melewati tepian sungai sampai Ruang Terbuka Hijau (RTH) Karangwaru jelasnya. Setelah itu, menuju Kampung Sayur, dan RTH Becak Maju yang merupakan akronim dari Kelurahan Bener dan Kricak Maju, kemudian berakhir di Museum Diponegoro. 

Di akhir rute, nanti para goweser akan di suguhkan suasana sungai di tengah kota dengan pemandangan yang menyegarkan mata. "Intinya kita ingin menumbuhkan UMKM atau destinasi yang selama ini belum dikenal. Dengan ini bisa dikenal dengan baik dan bisa lebih maju setelah dilalui wisatawan," terang Haryadi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta menambahkan untuk memudahkan wisatawan menemukan rute wisata sepeda tersebut, perlunya mengakses Jogja Smart Service (JSS). "Supaya tidak bingung, khususnya wisatawan luar daerah bisa cari tahu seputar Kota Yogyakarta dari JSS, termasuk rute sepeda wisata ini akan muncul di aplikasi," katanya.

Iapun mengingatkan dalam bersepeda masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, juga harus mematuhi rambu lalu lintas. "Mulai dari kesiapan sepeda, menggunakan helm, memakai masker, menjaga jarak, tetap rutin mencuci tangan, mematuhi rambu lalu lintas, dan terus memperbarui lokasi tujuan bersepeda," ungkapnya.

Harapan Purwadi, nanti jalur ini dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk bersepeda melewati kampung-kampung sekitar Kota Yogyakarta. Kemudian dapat menumbuhkan UMKM masyarakat lokal yang berjualan di sekitar lokasi rute,.