Presiden Joko Widodo (Foto: Tempo.co)
Presiden Joko Widodo (Foto: Tempo.co)

Dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya yakni dengan menggaungkan optimisme ihwal hadirnya vaksin Covid-19.  

Terkait hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan meyakini jika vaksin akan tersedia pada akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021. Nantinya, menurut Jokowi vaksinasi baru bisa dilakukan dalam jumlah yang terbatas.  

Baca Juga : Larangan Penggunaan Masker Scuba Berlaku Di Bank Swasta di Tulungagung, Ini Kata Satgas Covid-19

Jumlah itu mencakup sekitar 170-180 juta orang yang akan disuntik. Hal tersebut disampaikan Jokowi melalui video yang tayang di channel YouTube Sekretariat Presiden dengan judul "Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional".

"Insya Allah akhir tahun atau awal tahun depan vaksinnya sudah bisa disuntikkan, artinya situasi sudah bisa normal kembali, tapi yang disuntik kurang lebih 170 - 180 juta, butuh berapa bulan juga ini memerlukan kerja keras kita semua," kata Jokowi.  

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga sempat meminta para jajarannya untuk membuat perencanaan produksi vaksin Covid-19.  

Rencana tersebut, kata Jokowi, harus dilakukan dan disusun rinci agar saat pelaksanaan vaksinasi tak ada kendala. Ia pun ingin dalam dua minggu ke depan perencanaan itu sudah ia kantongi.  

"Saya minta untuk rencana vaksinasi, suntikan vaksin direncanakan detail seawal mungkin. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail," paparnya.

Permintaan Jokowi itu rupanya langsung direspon oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.  

Baca Juga : Angka Kematian Covid-19 Masuk 20 Besar di Indonesia, Ini Upaya Pemkot Malang

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyatakan jika saat ini pemerintah telah menggodok persiapan dan simulasi pengadaan vaksin virus Covid-19.  

Bahkan sejumlah kementerian dan lembaga telah bekerjasama dalam proses persiapan dan simulasi tersebut.  

Kabarnya vaksin ditargetkan untuk 352 juta dosis vaksin yang akan dibagikan kepada kurang lebih 70 persen penduduk Indonesia.  

Selain itu pemerintah juga menyiapkan dua puskesmas sebagai tempat simulasi, yakni Puskesmas Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali dan Puskesmas Tanah Sereal, Bogor.