Pjs Bupati Blitar Budi Santosa (tengah) berbincang dan berdiskusi dengan Sekda Kabupaten Blitar Totok Subihandono dan sejumlah kepala OPD (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)
Pjs Bupati Blitar Budi Santosa (tengah) berbincang dan berdiskusi dengan Sekda Kabupaten Blitar Totok Subihandono dan sejumlah kepala OPD (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi menunjuk Budi Santosa sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Blitar. Pengukuhan dilaksanakan di Gedung Negara Grahadi di Kota Surabaya pada Jumat (25/9/2020). Budi merupakan birokrat yang saat ini menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Provinsi Jawa Timur. 

Budi pun langsung melakukan tugasnya sebagai Pjs Bupati Blitar selama 71 hari. Sesuai dengan yang telah dijadwalkan, Budi tiba di Kabupaten Blitar pada Sabtu (26/9/2020) siang. Kedatangan Pjs Bupati di Kantor Bupati Blitar di Kanigoro disambut Sekda Kabupaten Blitar Totok Subihandono dan sejumlah Kepala OPD terkait di antaranya Kepala Satpol PP Kabupaten Blitar Rustin, Kepala Dinas Kominfo Eko Susanto, Asisten Administrasi Umum Setda Mahadin, Kabag Tata Pemerintahan Bambang Dwi Purwanto, Kabag Umum Agus Zaenal dan Kabag Prokopim Hankam Indoro. 

Baca Juga : Kepala Bakorwil Malang Sjaichul Ghulam Dilantik Jadi Pjs Bupati Malang

Sudah banyak tugas yang menanti Budi Santosa, di antaranya menyukseskan Pilkada di Kabupaten Blitar. Ya, pilkada tahun ini memang berbeda karena dilaksanakan di tengah pandemi covid-19. Sesuai dengan amanat Gubernur Jatim, Pjs Bupati harus bisa memastikan gelaran pilkada berjalan lancar, aman dan terkendali di tengah situasi pandemi covid-19. 

“Kerja dan wewenang dari Pjs itu memang ada batasan-batasan. Namun demikian sesuai arahan dari Bu Khofifah kami sebagai Pjs di masa pilkada ini harus independen sebagai ASN. Dan kami harus mewujudkan pelaksanaan pilkada harus lancar, demokratis dan sehat. Nah, sehatnya ini pelaksanaan pilkada harus dilaksanakan secara protokol kesehatan sesuai dengan maklumat Polri maupun Instruksi Presiden,” ungkap Budi Santosa.

Dikatakanya, pihaknya akan berupaya agar pelaksanaan pilkada di Kabupaten Blitar tidak memunculkan kluster baru. Budi pun mendorong agar protokol covid-19 diterapkan dengan baik untuk menekan angka covid-19 di Kabupaten Blitar. 

“Pilkada tahun ini memang berbeda, tahun ini ada muatan covid-19. Nah, mulai tahapan kampanye, tahapan masa tenang, pencoblosan hingga pungutan suara tidak memunculkan kluster baru pilkada. Karena Bapak Presiden menyampaikan ada kluster baru yang harus diwaspadai yakni kluster rumah tangga, kluster pasar, kluster kantor dan kluster pilkada,” tegasnya.

Sesuai dengan arahan dari gubernur, Budi Santosa selaku Pjs Bupati Blitar segera menyatukan visi kerja dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blitar. Rencananya pada Senin pekan depan dirinya akan melaksanakan silaturahmi dan koordinasi dengan jajaran Forkopimda.

Baca Juga : Lantik Pjs Wali Kota Blitar, Ini Pesan Gubernur Khofifah

“Senin saya akan koordinasi dan kenalan dengan jajaran samping yakni Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Kajari, seluruh Forkopimda lah dan masyarakat. Dengan Forkopimda nanti saya akan langsung sampaikan agenda yang disampaikan Bu Khofifah,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Budi Santosa dikukuhkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai Pjs Bupati Blitar bersama-sama dengan 5 Pjs lain. Di antaranya Pjs Wali Kota Blitar, Pjs Bupati Malang, Pjs Bupati Trenggalek dan Pjs Bupati Mojokerto dan Pjs Wali Kota Pasuruan. 

Kepala daerah di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur diisi Pjs karena para petahana mengikuti kontestasi pilkada serentak tahun 2020. Kepala daerah di Kabupaten Blitar diisi Pjs karena Bupati Blitar-Wakil Bupati Blitar Rijanto dan Marhaenis Urip  Widodo berpartisipasi sebagai peserta di Pilkada Kabupaten Blitar 2020.(Adv/Kmf)