Pelatihan Bahasa Inggris sukses digelar Unisba Blitar dalam rangka pengabdian kepada masyarakat
Pelatihan Bahasa Inggris sukses digelar Unisba Blitar dalam rangka pengabdian kepada masyarakat

Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar kembali menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris untuk Pengembangan Bisnis di era Globalisasi. Pelatihan yang digelar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bhakti Nusantara di Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar itu mendulang antusiasme yang tinggi dari peserta. 

Pada pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber yang seluruhnya Dosen dari Unisba Blitar. Yakni  Nuryanti, M.Pd (Dosen Bahasa Inggris), Novita Putri Diantanti, S.Gz. M.M (Dosen Bisnis) dan Riska Ninda Sari, S.T. M.B.A (Dosen Bisnis). Pelatihan dilaksanakan pada Rabu 16 September 2020 dengan diikuti sejumlah pelajar. 

Baca Juga : Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Bangkalan Batal, Terkendala Pergub

“Animo tinggi terhadap pelatihan bahasa Inggris  yang diselenggarakan menunjukkan masyarakat memiliki semangat yang luar biasa di saat pandemi. Ini modal penting untuk menggapai sukses di masa yang akan datang,” ungkap Nuryanti, dosen Bahasa Inggris dari Unisba Blitar. 

Dikatakannya, kegiatan ini dilaksanakan untuk membekali para siswa agar kedepan bisa mengembangkan bisnis dengan menguasai bahasa Inggris. Ya, bahasa Inggris adalah bahasa yang telah ditetapkan sebagai bahasa internasional sehingga bahasa ini sangat penting untuk dipelajari dan dikuasai.

Selain itu kebanyakan alat elektronikpun menggunakan Bahasa Inggris sehingga Bahasa Inggris tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Di samping itu, dibukanya pasar bebas memberikan peluang yang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan bisnis tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Sehingga untuk dapat berbisnis di era globalisasi ini diperlukan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni.

Baca Juga : Ta’aruf Mahasiswa, Konferensi Internasional di Amerika jadi Target FIAI UII

“Pada era globalisasi ini pula kriteria calon pegawai/karyawan juga dilihat dari kemampuan Bahasa Inggrisnya untuk dijadikan pertimbangan dalam menerima atau menolak calon pegawai/karyawan. Ditambah lagi adanya pasar bebas sehingga semua orang harus menguasai bahasa Inggris untuk dapat mempelajari pasar internasional,” jlentrehnya.