Raker digelar BNN Kabupaten Blitar bersama stakeholder.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Raker digelar BNN Kabupaten Blitar bersama stakeholder.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Pandemi covid-19 tak menyurutkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar dalam menumpas jaringan narkotika. Ya, di masa pandemi ini, pemberantasan dan penyalahgunaan narkotika kian digencarkan untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Blitar yang sehat dan berprestasi.

Salah satu upaya yang dilakukan BNN untuk pemberantasan dan pencegahan narkotika adalah dengan menggandeng stakeholder. Ada empat stakeholder yang digandeng BNN yakni instansi pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan kalangan pendidikan. 

Baca Juga : 18 Pegawai Kantor Cabang BRI Blitar Dilaporkan Positif Covid-19

“Seluruh stakeholder tersebut kita berikan program namanya pemberdayaan masyarakat anti narkoba. Program tersebut kita berikan di masing-masing stakeholder,” ungkap Kasi P2M BNN Kabupaten Blitar, Slamet Susanto kepada BLITARTIMES di sela Raker BNN bersama dengan Masyarakat, Desa dan Ormas, Rabu (16/9/2020).

Dikatakannya, tujuan dari dilaksanakannya program pemberdayaan ini adalah untuk menyamakan persepsi terkait pencegahan dan pemberantasan narkotika di Kabupaten Blitar. Diharapkan kedepan seluruh stakeholder bisa bersinergi bersama BNN untuk ikut perang melawan narkoba. 

“Kita mendorong agar seluruh stakeholder berperan aktif dalam mencegah dan memberantas narkoba, minimal di lingkunganya masing-masing. Jadi yang di instansi pemerintah ya di lingkungan kerja, di kawasan industri. Kalau masyarakat desa ya di desanya, di pendidikan juga gitu di sekolah,” tegasnya.

Ditemui di kesempatan yang sama, Kepala BNN Kabupaten Blitar AKBP Bagus Hari Cahyono menyampaikan, diperlukan sinergi lintas sektor agar Kabupaten Blitar terbebas dari bahaya narkotika. Dalam hal ini dirinya mendorong seluruh stakeholder bisa memahami apa itu narkotika dan bagaimana cara pencegahan dan pemberantasannya.

Kemudian, lanjut dia, jika ada warga di wilayahnya yang sudah ketagihan dengan narkoba diharapkan stakeholder bisa berkomunikasi dengan BNN sehingga yang bersangkutan bisa segera direhabilitasi.  

Baca Juga : Tertular Dokter Hewan, 6 ASN Dinas Peternakan Pemkab Blitar Dilaporkan Positif Covid-19

 

“Dengan menggandeng seluruh stakeholder kami yakin pemberantasan dan pencegahan narkotika di Kabupaten Blitar akan berjalan maksimal. Setelah raker ini kami mendorong para stakeholder untuk memberikan sosialisasi bahaya narkotika di lingkunganya masing-masing agar lingkunganya tahu apa itu narkoba berikut bahayanya,” pungkasnya.