Pengurus dan anggota APTI Kabupaten Blitar mengikuti pelatihan penguatan kelembagaan (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)
Pengurus dan anggota APTI Kabupaten Blitar mengikuti pelatihan penguatan kelembagaan (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Pertanian dan Pangan menggelar pembinaan dan pelatihan penguatan kelembagaan bagi pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengurus serta pengelola APTI untuk memajukan pertanian tembakau di Kabupaten Blitar. 

Pelatihan penguatan kelembagaan yang digelar pada Rabu (16/9/2020) diikuti 30 peserta. Selain pengurus APTI, pelatihan ini juga diikuti sejumlah petani tembakau dari beberapa daerah di Kabupaten Blitar. Para peserta mendapat paparan materi dari Dinas Pertanian dan Pangan dan Ketua APTI Jawa Timur Amin Subarkah. 

Baca Juga : Bupati Jombang Mulai Sosialisasikan Pelaksanaan Pilkades Serentak

 

Kepala Seksi (Kasi) Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Anita Arif Rahayu mengungkapkan pelatihan penguatan kelembagaan ini dilaksanakan untuk membekali pengurus APTI dalam menjalankan kerja-kerja organisasi. Sebagaimana diketahui, APTI Kabupaten Blitar baru saja melaksanakan reorganisasi kepengurusan melalui Muscab yang digelar pada Selasa (15/9/2020). Muscab yang digelar melahirkan Ketua dan pengurus APTI Kabupaten Blitar periode 2020-2025.

Kuatnya kelembagaan  APTI diharapkan akan  mendorong kemajuan pertanian tembakau di Kabupaten  Blitar. APTI juga diharapkan menjadi ujung tombak pendamping petani dalam budidaya dan pemasaran produk tembakau. 

“Dengan lembaga APTI yang kuat kita harapkan akan bisa memajukan pertanian tembakau di Kabupaten Blitar. Mulai dari budidaya sampai kualitas tembakau yang diharapkan pabrikan. APTI kita harapkan bisa mendampingi petani sekaligus mencarikan peluang pasar produk tembakau. Selama ini yang jadi persoalan bagi petani adalah peluang pasar. Dengan kelembagaan yang kuat, APTI kita harapkan menjadi ujung tombak,” ungkap Anita kepada BLITARTIMES. 

Sementara itu Ketua APTI Jawa Timur, Amin Subarkah dalam paparanya selaku pemateri menyampaikan salah satu kunci kemajuan pertanian tembakau adalah dengan penguatan kelembagaan di organisasi kelompok tani (poktan). Dalam hal ini APTI selain memperkuat kelembagaanya sendiri juga harus bekerja memperkuat kelembagaan kelompok tani di wilayah yang potensial untuk pertanian tembakau.

“Poktan harus didorong menghasilkan produksi tembakau yang sesuai dengan keinginan pasar. Sehingga poktan di Kabupaten Blitar ini harus membentuk kelembagaan yang lebih kuat. Disinilah APTI harus semakin solid dan semakin kompak untuk mengawal budidaya pertanian tembakau dengan mendampingi poktan,” paparnya. 

Amin menambahkan, dengan kuatnya kelembagaan di tingkat poktan akan menumbuhkan semangat petani dalam budidaya tembakau. “APTI harus bisa memfasilitasi petani dengan baik. Poktan ini kuncinya, poktan adalah cikal bakalnya menghasilkan mutu, kualitas dan kuantitas tembakau sesuai keinginan pasar,” imbuhnya. 

Sebelumnya saat menghadiri Muscab APTI dan pengukuhan Ketua dan Pengurus APTI Kabupaten Blitar periode 2020-2025, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Ir Wawan Widianto mendorong agar APTI bisa menyerap aspirasi dan kebutuhan petani. Selain itu pengurus APTI juga diharapkan memiliki militansi dan komitmen kuat untuk memajukan tembakau Blitar. 

Baca Juga : Mandi Praktis dengan Air Hangat, Pemanas Air di Graha Bangunan lagi Diskon

 

 “Saya mendorong APTI ini punya kekuatan, bisa mengakomodasi semua pelaku usaha tembakau. Sehingga sistem tembakau bisa jalan, pasar tembakau kita akan jalan seperti industri rokok. Dengan bersatu, kita akan punya daya tawar yang tinggi. Kalau kita jalan sendiri-sendiri, tidak mungkin pabrik rokok itu akan bisa percaya,” tandas Wawan.

Dikatakannya, APTI Kabupaten Blitar juga harus memaksimalkan fungsi-fungsi organiasi. Dalam hal ini, organisasi APTI didorong untuk memiliki tugas dan fungsi yang jelas di setiap bidangnya dalam rangka memaksimalkan kinerja dan menjalankan program kerja. Hal inilah yang mendorong Dinas Pertanian dan Pangan menggelar pelatihan penguatan kelembagaan kepada pengurus APTI. 

“Pengembangan tembakau harus diprogram secara baik dan terencana oleh APTI. APTI harus membentuk seksi-seksi. Misal nanti ada seksi budidaya, tugasnya mencari informasi dan meng-update teknologi budidaya tembakau yang baik itu seperti apa dan duiji coba di sini. Kemudian seksi hama penyakit, seperti kita tahu setiap tanaman itu ada hama penyakitnya.  Lalu terkait pemasaran, tugasnya mencari peluang pasar. Ini harus disesuaikan agar kita memiliki kekuatan dan tidak tertinggal," tegasnya.(*)