WNA yang ada dalam video yang beredar (Joko Pramono for Jatim TIMES)
WNA yang ada dalam video yang beredar (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Beredar video amatir yang memperlihatkan seorang warga negara asing (WNA) yang marah-marah di pujasera yang berada di utara Stasiun Tulungagung.

Dalam video itu, pria berwajah Asia ini mengeluarkan kata-kata makian dalam bahasa Inggris kepada salah satu penjual di pujasera itu.

Aksi WNA ini sempat membuat penjual ketakutan.

Baca Juga : Langgar Jam Malam, Sekelompok Pemuda di Tuban Dihukum Push-up

WNA ini datang pertama pada Sabtu (12/9/2020) sore. Dia kembali datang Minggu (13/9/2020) kemarin.

“Waktunya sama, kemarin dan hari ini sekitar pukul tiga sore,” ujar seorang penjual bernama Felix.

Felix menuturkan, awalnya WNA ini mendatangi tempat usahanya dan mengajaknya ngobrol. Namun Felix tak paham ucapan WNA itu lantaran menggunakan bahasa Inggris.

Diduga karena salah paham, orang asing berparas Asia ini marah dan berbicara dengan nada tinggi.

“Dia sempat menodong saya dengan benda, seperti pisau lipat. Tapi saya tidak tahu pasti,” ucapnya.

Tak cukup sampai disitu, WNA itu lalu mengambil parang milik penjual kelapa muda yang digunakan untuk mengupas kelapa muda.

Lalu WNA itu kembali mendatangi Felix sambil membawa parang. “Saya kabur karena dia bawa parang. Tapi dia terus kejar, saya lari ke belakang (pujasera),” tuturnya.

Ternyata pada Minggu (13/9/20) WNA yang sama kembali datang dan langsung menghampiri Felix. WNA itu sempat memegang wajah Felix dan berbicara kasar padanya.

Baca Juga : Ditusuk Orang Tak Dikenal di Bandar Lampung, Syeikh Ali Jaber Sampaikan Kondisi Terkini

“Sama seperti kemarin, dia juga todongkan benda seperti pisau itu ke saya. Tadi ramai sekali, orang-orang keluar,” katanya.

Tak hanya Felix, Kakak kandungnya Nanta juga mendapat intimidasi. Karena keributan yang dibuat orang asing ini, banyak calon pembeli yang batal masuk ke pujasera.

Sementara para pedagang berharap Satpol PP menindak, jika orang tersebut kembali datang.

Menurut Nanta, sikap WNA ini cukup aneh. Pada kedatanganya yang pertama, WNA ini sempat membagikan mainan mobil-mobilan pada anak kecil.

WNA ini juga memberi uang pada pengamen dan pengemis dalam jumlah besar. “Ada pengemis yang diberi Rp 50.000. Ada pengamen yang diberi Rp 20.000,” ujar Nanta.

Namun kedatangan hari juga menimbulkan gelak tawa di antara para pedagang. Sebab orang asing ini membawa tas warna hitam. Di bagian atas tas ini dililitkan sebuah kutang ukuran besar berwarna merah.

“Ta ee enek kutange (tasnya ada kutangnya, red),” ujar seorang warga yang merekam aksi orang ini dari belakang.