Sejumlah pengendara motor di Kota Blitar mendapat sanksi dari petugas gabungan karena tak pakai masker (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)
Sejumlah pengendara motor di Kota Blitar mendapat sanksi dari petugas gabungan karena tak pakai masker (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)

Puluhan pengendara kendaraan bermotor di Kota Blitar terjaring razia gabungan. Razia ini merupakan Operasi Yustisi yang digelar petugas gabungan dari Polres Blitar Kota, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kota Blitar.

Ya, Operasi Yustisi adalah penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan. Operasi digelar di Jalan Merdeka, Kota Blitar pada Senin (14/9/2020). Bagi pelanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, petugas melakukan tindakan administrasi dengan menyita e-KTP. Pelanggar protokol kesehatan diberi surat keterangan untuk mengambil KTP di Kantor Satpol PP Kota Blitar sambil mendapatkan pembinaan dari Gugus Tugas Covid-19 Kota Blitar tentang penegakan protokol kesehatan.

Baca Juga : Tempati Kantor Baru, DPD Partai NasDem Lumajang Santuni Anak Yatim

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan operasi ini digelar merespon tingginya kasus penambahan covid-19 secara nasional. Tingginya kasus ini diimbangi dengan rendahnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

“Masyarakat perlu terus didisplinkan. Dalam melaksanakan pendisiplinan kita sudah ada payung hukum. Jatim sudah punya payung hukum Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang pendisiplinan penerapan protokol kesehatan," terang Leonard. 

Dikatakannya, selain penyitaan e-KTP dalam operasi ini pihaknya juga memberlakukan sanksi teguran. Kemudian untuk razia hari berikutnya baru akan diberlakukan sanksi denda sesuai Perda. Di mana dalam Perda itu, bagi pelanggar perseorangan bisa dikenakan denda Rp 250.000. Selain perorangan, tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan bisa dikenakan denda Rp 500.000.

Baca Juga : Temukan Banyak Pedagang tak Bermasker, Mujiaman Bagikan secara Gratis

“Untuk besok, razia tetap akan kita gelar dengan menggandeng pengadilan dan kejaksaan. Kita hadirkan hakim dan kita langsung eksekusi pelaksanaan dendanya berikut juga melalui mekanisme Tipiring (Tindak Pidana Ringan)  dengan menyiapkan BAP pemeriksaan singkat, dan akan disidangkan. Harapan kita ke depan seluruh warga Blitar patuh dengan hukum. Semua harus patuh protokol kesehatan agar terhindar dari covid-19,” pungkasnya.