Chuang Cung Him (pakai helm) saat dijemput oleh petugas (Joko Pramono/ JatimTIMES)
Chuang Cung Him (pakai helm) saat dijemput oleh petugas (Joko Pramono/ JatimTIMES)

Seorang warga negara asing (WNA) ngamuk dalam video amatir yang beredar. Belakangan diketahui WNA itu bernama Chuang Cung Him atau Matthew berkewarganegaraan ganda, Kanada dan China.

Matthew terlihat marah dalam video itu. Dari penuturan Matthew, dirinya marah lantaran merasa terganggu dengan ulah warga yang tidak diketahui identitasnya.

Kemarahannya dipicu oleh warga yang memukul motornya yang diparkir.

Baca Juga : Ditusuk Orang Tak Dikenal di Bandar Lampung, Syeikh Ali Jaber Sampaikan Kondisi Terkini

 

“One of the mafia come and hit my motorcycle (salah satu mafia (baca warga) datang dan memukul motor saya),” ujar Matthew dalam bahasa Inggris.

Setelah kejadian itu, Matthew sempat didatangi petugas. Matthew sendiri sempat ketakutan saat polisi dan petugas Imigrasi Non TPI kelas II Blitar mendatanginya di Hotel Narita di Jalan Agus Salim tempatnya menginap.

Matthew berasalan dirinya punya pengalaman traumatik dengan petugas berseragam.

“I have traumatik experience with uniforn, but he is a kind man (Saya punya pengalaman traumatik dengan pria berseragam, tapi dia merupakan pria yang baik),” ujar Matthew sambil menunjuk salah satu petugas berseragam.

Matthew menuturkan dirinya sempat bertanya kesalahannya sehingga petugas mendatanginya. Petugas yang datang sempat meminta Matthew untuk memberikan dokumennya, namun dirinya menolak dan akan menunjukkannya di kantor imigrasi.

“What is the matter?, ican't show my id here (Apa yang terjadi?, saya tidak begitu sa menunjukan kartu identitas saya di sini),” kata Matthew.

Meski begitu Matthew akhirnya menunjukkan identitasnya, namun melarang petugas untuk memegang dan memfoto kartu itu identitasnya. Namun akhirnya petugas tetap membawa Matthew ke kantor imigrasi.

Baca Juga : Dua Minggu Jelang Ulang Tahun, Pria di Malang Ini Malah Akhiri Hidup

 

Kasi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar, Angga Purnama yang memimpin langsung penjemputan Matthew menuturkan, pihaknya mendapat laporan masyarakat adanya WNA yang marah-marah di tempat umum.

Angga sendiri belum bisa mengambil langkah setelah menjemput WNA ini sebelum memeriksa dokumen WNA tersebut.

“Nanti setelah kita bawa dulu ke kantor imigrasi, kita cek dokumennya baru kita bisa menentukan langkah,” ujar Angga Guna.

Usaha untuk membujuk WNA itu agar mau dibawa ke kantor imigrasi sempat berjalan alot. Namun dengan usaha persuasif, akhirnya WNA itu mau dibawa ke kantor imigrasi.

Meski demikian, pihaknya belum mengetahui pasti kewarganegaraan WNA itu. “Kita belum tahu pasti, tari sempat menunjukkan izin tetap tinggal di Hongkong,” katanya.

Jika dalam pemeriksaan nantinya ditemukan pelanggaran keimigrasian seperti over stay, maka WNA yang bersangkutan akan dideportasi.