Mahfud MD dan Malik Fadjar. (Foto: istimewa)
Mahfud MD dan Malik Fadjar. (Foto: istimewa)

Meninggalnya tokoh sesepuh Muhammadiyah Prof Dr (HC) Drs H Abdul Malik Fadjar MSc menyisakan duka tak hanya bagi warga Muhammadiyah, namun juga seluruh warga Indonesia. Termasuk para tokoh negeri ini. Salah satunya Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD.

Melalui akun Twitter-nya, Mahfud mengenang almarhum Malik Fadjar. Dikatakannya, saat menjadi dirjen bimbaga Islam di Kementerian Agama, Malik Fadjar membuat terobosan dengan memberi penghargaan bahwa kiai-kiai di pondok pesantren diberi wewenang mengajar di IAIN setara dengan profesor.

Baca Juga : Tokoh Sesepuh Muhammadiyah Malik Fadjar Meninggal Dunia, Dikenal Banyak Bekerja ketimbang Bicara

"Menurutnya, ilmu agama yang dikuasai oleh para kiai tak kalah dari profesor resmi," tulis Mahfud, Selasa (8/9/2020).

Mahfud juga menceritakan kisah menggelitik soal Malik Fadjar yang senang berkelakar masuk NU tatkala ingin merokok. Menurut Mahfud, Malik Fadjar adalah tokoh Muhammadiyah yang setengah tidak membolehkan merokok, tapi Malik sendiri perokok berat.

"Kalau ada rapat Muhammadiyah yang tengah serius dan dia ingin merokok, maka dia merokok sambil bilang 'Saya mau masuk NU sebentar.' NU memang tidak melarang umat merokok," kata Mahfud.

Ketika Malik jadi menteri agama, Mahfud bercerita dirinya memergoki Malik Fadjar makan di warung Padang di kawasan Krekot. "Kok menteri makan di sini hanya bertiga?" tanya dia. "Loh, kenapa? Kalau dilarang makan di warung, saya lebih baik tidak jadi menteri," jawab Malik enteng sambil minta Mahfud ikut makan di sebelahnya.

Dua tahun lalu, Oktober 2018, Mahfud diundang oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa baru di Malang. Dikatakan Mahfud, Malik datang dari Jakarta dan menemaninya dari pagi sampai sore di universitas yang pernah dipimpinnya itu.

Baca Juga : Dimutasi, Warga: Kami Minta Bupati Kembalikan Lurah Mlajah!

"Kepada ribuan mahasiswa UMM saat itu saya bilang bahwa Malik Fajar adalah 'role model' yang harus kita contoh. Saat jadi pejabat selalu egaliter, luwes, tidak sewenang-wenang. Periode 2016-2020, saya dan Pak Malik masih sama-sama menjadi anggota Dewan Penyantun Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Damailah, Pak Malik," pungkasnya.