Bobby Nasution (Foto:  BeritaSatu.com)
Bobby Nasution (Foto: BeritaSatu.com)

Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution kini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, diketahui Bobby Nasution akan maju di Pilkada Medan 2020 yang akan digelar Desember mendatang.  

Majunya Bobby di Pilkada Medan 2020 tentu menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat. Terlebih di kalangan para tokoh politik. Bahkan muncul spekulasi jika Presiden Jokowi telah membangun dinasti politik. 

Baca Juga : Rela Cuti demi Agenda Pilkada, Posisi Bupati Malang akan Diisi Pejabat sementara

Namun, kini sebuah insiden tak terduga dialami oleh empat kader PDI P.  

Dikabarkan jika kader PDI P yang menolak keputusan DPP untuk mendukung Bobby di Pilkada Medan berakhir kepada pemecatan.  

Hal ini lantas menarik perhatian pengamat politik Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin yang memandang hal tersebut justru merupakan imbas dari kehadiran dinasti politik.  

Menurutnya, para kader yang dipecat itu telah menjadi korban.  

Bukan tanpa alasan, para kader menolak Bobby lantaran mereka menilai jika suami Kahiyang Ayu itu tidak pernah berjuang dan berkeringat, namun ujug-ujug dicalonkan.  

"Itu korban dinasti politik. Wajar jika mereka kader PDI P Medan menolak pencalonan Bobby. Itulah politik, kadang yang benar jadi salah, yang berjuang di partai dan menolak menantu Jokowi yang dipecat," ujar Ujang.

Lebih lanjut, Ujang menuturkan jika PDI P mau tidak mau memang harus memecat para kadernya yang menyuarakan penolakan kepada Bobby.  

Karena jika penolakan itu diteruskan, sebuah dilematis bagi PDI P yang akan memenangkan Bobby sebagai Wali Kota Medan.  

Baca Juga : Golkar Trenggalek Siap Menangkan Bapaslon Arifin - Syah

Ujang juga mengatakan, jika penolakan para kader tersebut dianggap telah melawan keputusan DPP PDI P, di mana rekomendasi terhadap Bobby diberikan langsung oleh Ketua Umum PDI P Megawati Soekarnoputri.

"Kader yang melawan kebijakan partai dianggap indisipliner, makanya dipecat," cetus Ujang.

Pemecatan empat kader PDIP Medan ini pun dibenarkan oleh Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim.  

"Kami sudah melakukan pengangkatan Pelaksana Harian (Plh) terhadap Ketua PAC yang baru di 4 PAC di Medan," kata Hasyim.

Hasyim sendiri menjelaskan, jika pemecatan itu merupakan buntut dari penolakan mereka terhadap keputusan Megawati yang mengusung Bobby maju di Pilkada Medan 2020.