Kabinet Indonesia Maju (Foto: Okezone)
Kabinet Indonesia Maju (Foto: Okezone)

Isu reshuffle Kabinet Indonesia maju hingga kini masih menjadi perbincangan hangat. Nama Menteri Kesehatan Terawan Agus disebut menjadi salah satu menteri yang diusulkan untuk direshuffle jika Presiden Jokowi benar-benar melakukan perombakan kabinet.  

Hal itu karena Terawan dinilai sebagai menteri yang paling bertanggung jawab dalam penanganan Covid-19. Namun diketahui, penyebaran virus Covid-19 hingga kini masih terus meningkat.  

Baca Juga : Akhirnya Petahana Dapat Lawan, PKB Trenggalek Berangkatkan Sendiri Cabup dan Wacabup

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebutkan dua menteri lain yang wajib direshuffle. Yakni Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.  

Menurut Dedi, Ida Fauziyah gagal dalam membendung terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19. “Memahami kondisi pandemi, kementerian yang paling diharapkan mengemuka tetapi tidak perform, semisal Menkes, dan Menaker,” kata Dedi.  

Sementara untuk Yasonna, Dedi menilai Menteri Hukum dan HAM tersebut tidak becus dalam menyikapi kasus hukum yang melibatkan kader PDIP Harun Masiku dan kasus lainnya. “Bisa saja Menkumham, karena keterlibatan aktif menterinya membela kasus korupsi yang melibatkan kader PDIP (Harun Masiku),” cetus Dedi.  

Ia lantas menilai jika tiga menteri tersebut direshuffle, dampak dari Covid-19 dan keadilan untuk Indonesia bisa lebih baik. Diketahui sebelumnya, IPW setidaknya telah mengklaim 18 menteri yang patut untuk diganti. 

Baca Juga : Tiba-tiba Dianggap Jadi Cawabup Kuda Hitam, Siswanto: Bismillah

Mereka ialah Menteri Perhubungan, Menteri Koperasi, Menkumham, Menpora, Mendikbud, Menteri Pariwisata, Menteri Perdagangan, Menaker, Mensos, Menteri Kominfo, Menkes, Menteri Perindustrian, Meneg BUMN, Menteri Agama, dan Kepala Bulog.

Isu reshuffle kabinet ini memang terus muncul sejak Jokowi mengutarakan amarahnya terhadap para menteri. Kala itu Jokowi menilai jika kinerja para menteri di pandemi Covid-19 ini kurang maksimal.