Kepala Desa Waung Eko Wahoyo / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Kepala Desa Waung Eko Wahoyo / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Tidak semua penerima Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak Covid-19 di Tulungagung bahagia. Hal ini salah satunya terjadi di desa Waung Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Terdapat sepuluh warga di desa ini yang tidak bersedia menerima kucuran dana JPS. Selanjutnya mereka minta anggaran tersebut diberikan kepada warga lain yang lebih berhak. 

"Ada sekitar 10 penerima menolak diberi bantuan JPS, malah mereka meminta agar bantuan itu dialihkan ke warga lain yang lebih membutuhkan," kata Kepala Desa Waung, Eko Wahoyo, Rabu (29/07/2020) sore.

Baca Juga : Gagal Berangkat, 7 CJH Asal Tulungagung Tarik Dana Pelunasan Haji

Jika dilihat dari kasat mata, sepuluh penerima yang berhati mulia itu menurut Wahoyo juga tidak kategori kaya raya. Namun, karena menyadari bahwa masih ada strata ekonomi di bawahnya, sepuluh penerima itu lebih memilih mengembalikannya ke desa.

"Mereka meminta agar dana yang seharusnya mereka terima diberikan kepada yang lain, akhirnya kami mengalihkan ke warga yang memenuhi syarat menerima namun belum tercover dalam penerima," ujarnya.

Selanjutnya, Wahoyo selaku kepala desa meminta pada perangkat termasuk RT dan RW untuk mencari lagi penerima pengganti dengan catatan bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan bukan pemegang Kartu keluarga Sejahtera (KKS) serta belum mendapatkan bantuan sosial lain sebelumnya.

"Saya bangga dengan kesadaran masyarakat kami, semoga menjadi tauladan bagi warga yang lain jika memang merasa telah mampu dan ada penerima bantuan yang lebih pantas," pungkasnya.

Baca Juga : Nadiem Minta Maaf Soal POP, Tegaskan Tanoto dan Sampoerna Tak Akan Terima APBN Sepeserpun

Adanya para penerima yang berada di desa Waung yang mengembalikan dana JPS ini awalnya diinformasikan oleh DP (initial) warga sekitar.

Menurutnya, dirinya sering diajak diskusi sama ketua RT dan diketahui ada beberapa warga yang meminta agar dana JPS yang diterimanya digeser ke warga yang lain.