Tersangka diinterogasi oleh Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring
Tersangka diinterogasi oleh Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring

Edarkan narkoba jenis sabu-sabu di Trenggalek, dua pria berinisial EF (29) dan AR (28) diamankan Satresnarkoba Polres Trenggalek. Kedua tersangka merupakan warga asli Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Dari pengamanan tersangka, petugas mendapati barang barang bukti narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu sebanyak dua paket dalam kemasan plastik dengan berat kotor 0,98 gram dan 0,99 gram.

Baca Juga : Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Remaja Putri 17 Tahun Ini Dicokok Polsek Sukun

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring menerangkan, penangkapan keduanya dilakukan di tempat yang berbeda. Bahkan salah satu tersangka diamankan saat melakukan transaksi langsung.

"EF kita tangkap langsung saat bertransaksi di Jalan Sukarno-Hatta masuk Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek. Sementara AR, ditangkap di rumahnya yakni di Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, pada Senin (20/70/2020)," ungkap AKBP Doni saat pers rilis, Rabu (22/07/2020).

Keberhasilan Satresnarkoba Polres Trenggalek bekuk kedua pengedar lintas kabupaten ini bermula dari informasi masyarakat. Menurut Doni, kedua tersangka sering terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Bak gayung bersambut, petugas kemudian melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil menangkap EF pada Minggu (19/07/2020). Dari keterangan tersangka, barang haram tersebut merupakan pesanan seorang warga Ponorogo.

"Setelah diinterogasi, tersangka mengakui barang haram tersebut dibeli dari salah seorang temannya berinisial AR seharga Rp2.350.000,. Transaksi itu sendiri terjadi di dalam terminal Bus Tulungagung dan untuk mengelabui petugas sabu-sabu tersebut ditaruh di dalam pot bunga," terangnya.

Baca Juga : Perhatikan 7 Pelanggaran yang Jadi Sasaran Tilang Operasi Patuh Semeru 2020

Ditambahkan AKBP Doni, setelah mendapat pengakuan dari tersangka EF dan dilakukan pengembangan, petugas berhasil menangkap AR pada Senin (20/7/2020) di rumahnya.

“Kami kenakan Pasal 114 Ayat (1) Subsider Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Serta pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” pungkasnya.