Jajaran petinggi Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang dan petugas lainnya sedang melakukan pemusnahan BB narkotika dengan cara dibakar, Kamis (16/7/2020). (Ist)
Jajaran petinggi Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang dan petugas lainnya sedang melakukan pemusnahan BB narkotika dengan cara dibakar, Kamis (16/7/2020). (Ist)

MALANGTIMES - Kekajsaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang memusnahkan sejumlah barang bukti (BB) yang didapatkan dari penanganan 152 perkara sejakJanuari hingga Juni 2020. Dari barang bukti yang terkumpul dan dimusnahkan, mayoritas didominasi BB narkotika. 

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Malang Sobrani Binzar mengungkapkan bahwa pemusnahan yang berasal dari ratusan perkara ini telah memiliki kekuatan hukum tetap. 

"Pemusnahan barang bukti ini yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Kegiatan memang rutin dilaksanakan. Ada 152 perkara yang sudah di putus untuk dirampas dan dimusnahkan," ujarnya, Kamis (16/7/2020). 

Banie, sapaan akrabnya, menambahkan, jika tidak segera dimusnahkan dan dihancurkan, dikhawatirkan barang-barang itu akan beredar kembali melalui oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.  "Barang-barang ini sudah tidak memiliki nilai ekonomis dan dikhawatirkan bila beredar lagi di masyarakat, akan membahayakan," imbuhnya. 

Berdasarkan rilis resmi dari Kejari Kabupaten Malang, setidaknya terdapat BB narkotika golongan I berupa 19,09 gram ganja kering dari beberapa perkara yang telah inkracht atau telah memiliki hukum tetap. 

Selain ganja, juga terdapat sabu-sabu dengan total berat 1.903,42 gram serta pil double L sebanyak 11.292 butir. Juga obat-obatan terlarang lainnya yang dilarang sesuai aturan hukum di Indonesia. 

BB narkotika tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dalam gentong-gentong besar yang dilakukan oleh jajaran pimpinan Kejari Kabupaten Malang.

Lebih lanjut Banie mengatakan bahwa dari 152 perkara yang telah ditangani Kejari Kabupaten Malang,72 perkara terkait dengan perkara narkotika. Sedangkan sisanya termasuk perkara campuran yang tergolong dalam pidana umum.

"Sebanyak 80 perkara lainnya seperti judi, perampokan, pencurian, dan lain sebagainya. Sebenarnya pemusnahan barang bukti ini dapat dilakukan di tingkat penyidikan," ungkapnya. 

Barang-barang selain narkotika dimusnahkan dengan cara dirusak dengan menggunakan palu. Ada juga barang bukti seperti senjata tajam (sajam) dimusnahkan dengan menggunakan alat pemotong besi (grenda). Lalu yang berbentuk serbuk atau cairan dimusnahkan dengan menggunakan mesin blender agar larut yang kemudian dibuang. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaam Barang Bukti Kejari Kabupaten Malang Januardi mengatakan bahwa pemusnahan barang bukti yang dilakukan oleh Kejari Kabupaten Malang untuk mencegah tindakan kriminalitas muncul kembali.  "Pemusnahan barang bukti ini juga sebagai upaya untuk mengantisipasi munculnya kembali tindak kriminalitas," ujarnya. 

Januardi pun berharap agar ke depan upaya-upaya semacam ini terus dilakukan. Tujuannya untuk mengantisipasi pihak-pihak yang tergolong oknum memanfaatkan BB tersebut untuk diedarkan kembali ke masyarakat sehingga membuat angka kriminalitas kembali meningkat. Maka dari itu diperlukan sinergisitas antaraparat di wilayah Kabupaten Malang. "Ke depan kita harapkan bisa terus bersinergi agar tingkat kriminalitas ini turun," pungkasnya.