Iwan Rudiyanto, Mantan Manager Persewangi Banyuwangi
Iwan Rudiyanto, Mantan Manager Persewangi Banyuwangi

Wacana penggabungan dua tim sepakbola  Persewangi Banyuwangi dinilai sebagai bentuk goodwill pengurus yang ada saat ini untuk membangun sepakbola Banyuwangi yang lebih baik di masa mendatang.

Menurut Iwan Rudiyanto, Mantan Manager Persewangi Banyuwangi mengelola sepakbola sekarang ini berbeda jauh dibandingkan dengan era pengelolaan sepakbola bola yang amatir murni.

Baca Juga : Musim 2020 Belum Usai, Divisi Bisnis Arema FC Susun Rencana Musim 2021

 

Pria berkacamata itu menuturkan dalam sepakbola amatir pemerintah daerah seharusnya hadir untuk mendukung pendanaan sarana prasarana maupun kebutuhan lainnya. Namun karena ada persyaratan badan hukum bagi tim yang ikut kompetisi justru menjadi rintangan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan. 

"Ini tidak hanya terjadi di Banyuwangi, bahkan terjadi hampir semua kabupaten/kota di Indonesia. Hal ini menjadi salahsatu pemicu carut marut dunia sepakbola Indonesia," jelas Iwan.

Tokoh bola asal Muncar itu menambahkan dalam era sepakbola modern  seperti saat ini,  pengelola tim diharapkan mampu profesional. Di sisi lain  pemerintah daerah tentunya tidak boleh lepas tangan dalam memberikan dukungan. Misalnya dengan menjadi mediator untuk menemukan pengelola tim sepakbola dengan dunia usaha agar memberikan support dengan mengalokasikan sebagian dana Corporate Social Responsibility (CSR) bagi sepakbola.

Tentunya, lanjut Iwan, managemen tim sepakbola harus mampu menunjukkan pengelolaan yang profesional, transparan akuntabilitas dan lain sebagainya. "Itulah kunci tumbuhnya kepercayaan masyarakat dalam mensupport sepakbola. Prestasi otomatis akan muncul apabila pengelolaan Persewangi dilakukan profesional dan ada awareness masyarakat Banyuwangi," tegasnya.

Baca Juga : Adu Jurus, Perguruan-Perguruan Berebut Piala Festival Pencak Silat Kodim 0825 Banyuwangi

 

Iwan kembali mengingatkan dengan adanya Perseroan Terbatas (PT) dalam pengelolaan sepakbola tentunya bukan sekedar untuk memenuhi persyaratan saja. Karena ada konsekuensi hukum apabila terjadi penyimpangan. Hal tersebut menjadi tantangan bagi managemen yang merasa menjadi pemilik. Fakta sesungguhnya Persewangi Banyuwangi adalah milik seluruh masyarakat Banyuwangi apabila melihat sejarah perjalanan tim sepakbola kebanggaan warga kota ujung timur Pulau Jawa yang cukup disegani dalam sepakbola Indonesia.