Kepala BPKAD Kota Blitar, Widodo Saptono Johanes,(Foto : Team BlitarTIMES)
Kepala BPKAD Kota Blitar, Widodo Saptono Johanes,(Foto : Team BlitarTIMES)

Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan berimbas pada turunya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Blitar. Target PAD yang semula sebesar Rp 174 milliar turun menjadi Rp 108 milliar. 

Kepala BPKAD Kota Blitar, Widodo Saptono Johanes, dilansir dari laman situs resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, Kamis (9/7/2020) menyampaikan, target PAD mengalami penyesuaian dikarenakan Covid-19.

Baca Juga : Bahas 4 Ranperda, Retribusi Jasa Usaha dan Jasa Umum Jadi Sorotan Dewan

“Target PAD turun 37,81% atau Rp 66 milliar. Semua kami targetkan sebesar Rp 174 milliar kini menjadi Rp 108 milliar,” ungkapnya.

Widodo melanjutkan, Pemkot Blitar menurunkan target PAD sudah dengan perhitungan yang matang. Penurunan target PAD itu sudah melalui perhitungan dari bulan ke bulan dimulai sejak Covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020.

“Sejak pandemi covid-19, tidak ada kegiatan di Kota Blitar yang menjadi PAD. Pemkot Blitar harus memberi insentif berupa pembebasan pajak selama tiga bulan untuk hotel, restoran, tempat hiburan, dan parkir di masa pandemi Covid-19. Padahal yang dibebaskan itu merupakan sektor-sektor penyumbang PAD yang cukup besar di Kota Blitar,” urainya. 

Dia menambahkan, PAD paling besar di Kota Blitar berasal dari sektor p6ajak Daerah dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Mardi Waluyo. Target PAD dari pajak daerah Rp 36 miliar sedang dari BLUD RSUD Mardi Waluyo Rp 115 miliar.

“Pandemi ini berpengaruh untuk seluruh sektor. Untuk pajak daerah pun targetnya juga ikut turun. Dari Rp 36 miliar menjadi 21 miliar. Begitu juga target PAD dari RSUD dari Rp 115 miliar turun menjadi Rp 70 miliar,” paparnya.

Baca Juga : Realisasi PAD 2019 Kota Malang Gagal Capai Target

Terakhir Widodo menyampaikan, memasuki bulan Juli 2020 dan mulai diberlakukannya News Normal Life, BPKAD Kota Blitar akan melakukan penyesuaian PAD dari sektor pajak daerah.