Marhaenis dan Rijanto digadang-gadang bakal kembali menangi Pilkada Kabupaten Blitar 2020.
Marhaenis dan Rijanto digadang-gadang bakal kembali menangi Pilkada Kabupaten Blitar 2020.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diprediksi bakal tanpa perlawanan di Pilkada Kabupaten Blitar 2020. Pasalnya, santer beredar kabar mereka akan kembali mengusung petahana pasangan Rijanto-Marhaeinis Urip Widodo yang saat ini menjabat bupati-wakil bupati Blitar. Rekom untuk pasangan ini dikabarkan segera turun. 

Saat dikonfirmasi terkait hal ini,  Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar Marhaenis Urip Widodo tidak menampik kabar yang ramai jadi perbincangan. Namun demkian, dia masih enggan berkomentar lebih dalam dengan alasan tidak mau boros  bicara soal pilkada. 

Baca Juga : PKB Incar Tiga Partai Non Parlemen untuk Mengusung Calon Bupati

"Kami tidak mau berbicara dulu tentang pilkada. Saya dan teman-teman pengurus sementara memilih silent. Secara pribadi, saya tidak ingin memancing suasana di Kabupaten Blitar jadi tidak enak. Saya ingin  rakyat tetap tenang di tengah suasana pandemi ini. Sudah seharusnya kami menunggu surat rekomendasi resmi. Jangan sampai seperti bayi prematur," ungkap Marhaenis.

Dikatakanya, seluruh kader DPC PDIP Kabupaten Blitar taat kepada arahan dari pengurus pusat. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, DPC PDIP mengedepankan konsolidasi dengan intern partai serta masyarakat. 

Marhaeinis pun menegaskan, dirinya siap untuk mengawal rekomendasi dan memenangkan pasangan calon yang diusung oleh partainya. Bahkan ketika dirinya yang diberi rekom, Marhaenis siap all out di pilkada nanti. 

“Untuk rekom saya serahkan sepenuhnya kepada DPP. Selaku ketua DPC, saya beserta seluruh jajaran pengurus lainnya siap untuk mengawal rekom dan memenangkan siapa pun yang direkomendasikan oleh partai. Keputusan pimpinan partai harus kita hormati dan terima. Dan yang terpenting, kami ingin  selalu dekat dengan rakyat. Selain harus selalu konsolidasi dengan pengurus partai di tingkat masyarakat, juga harus ada komunikasi," ucapnya. 

Baca Juga : Gerindra Lumajang: Pertemuan Dengan PKB Untuk Evaluasi Koalisi

Sekadar mengigatkan, Pilkada Kabupaten Blitar tahun 2015 lalu menjadi sorotan nasional. Pasalnya, pasangan Rijanto-Marhaenis menjadi calon tunggal melawan bumbung kosong dalam pesta demokrasi yang digelar lima tahun sekali tersebut.