Kampung Coklat, salat satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Blitar (Foto: Malik Naharul/BlitarTIMES)
Kampung Coklat, salat satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Blitar (Foto: Malik Naharul/BlitarTIMES)

Menyongsong new normal life sektor pariwisata di Kabupaten Blitar yang diprediksi akan dimulai pada awal Juli 2020 mendatang, Badan Promosi Pariwisata Daerah (Bapparda) Kabupaten Blitar mendorong pengelola destinasi wisata di Kabupaten Blitar untuk segera menerapkan protokol kesehatan Covid-19 sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (Bapparda) Kabupaten Blitar, Akhsin Al Fata mengatakan, pembukaan destinasi wisata di masa adaptasi baru atau new normal oleh Pemerintah Kabupaten Blitar akan dilaksanakan secara bertahap. Hal itu mengacu pada kesiapan masing-masing destinasi wisata dalam menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan standar pencegahan Covid-19.

Baca Juga : Siap Buka, Wisata Pantai Serang Blitar Siapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

"Kalau dari Bapparda kita tidak bisa serentak semua destinasi, tentu akan bertahap. Kita akan memastikan dulu destinasi yang sudah bisa buka adalah destinasi yang memang sudah siap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan SOP yang draftnya sudah kita dapatkan dari Dinas Pariwisata maupun Dinas Kesehatan," kata Akhsin.

Menurutnya, untuk prasyarat buka di era new normal nanti, destinasi wisata harus menerapkan protokol kesehatan yang telah terverifikasi dan ditunjukkan dengan surat rekomendasi dari dinas terkait. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di era new normal.

"Tentu harus ada rekomendasi dari dinas terkait terlebih dahulu, baru destinasi tersebut kita anggap sudah memenuhi prasyarat untuk buka di new normal nanti. Kita mendorong untuk semua destinasi segera memenuhi protokol kesehatan itu sendiri. Jadi jangan sampai kemudian momentum new normal ini dibuka tanpa memenuhi ketentuan pemerintah di destinasi mereka masing-masing," jelas Akhsin.

Saat ini pihaknya masih masih terus intens berkomunikasi dengan para pengelola destinasi di Kabupaten Blitar untuk menyiapkan protokol kesehatan. Hal ini untuk mencapai tolak ukur kesiapan destinasi wisata di Kabupaten Blitar memang benar-benar siap buka di era adaptasi baru.

"Harapan kami di Bapparda, kami mendorong agar terciptanya kesamaan visi untuk menyongsong new normal, maka ini harus kita lakukan secara komprehensif. Tidak bisa hanya destinasi saja, travel saja, kita harus bersama-sama untuk memastikan fasilitas wisata di Kabupaten Blitar mulai dari travel, akomodasi, restoran, guidenya, dan juga destinasinya memenuhi standar atau protokol kesehatan yang telah ditentukan," tegasnya.

Baca Juga : Dibuka Awal Juli 2020, Pemkab Blitar Siapkan Skema Pembukaan Destinasi Wisata

Lebih lanjut Akhsin mengatakan, persiapan new normal sektor pariwisata di Kabupaten Blitar ini merupakan sebuah inovasi untuk menyongsong Gerakan Rekondisi Ekonomi Sosial Spiritual (GRESS) pasca pandemi Covid-19. Dia berharap, nantinya sektor pariwisata di Kabupaten Blitar bisa menjadi percontohan penerapan adaptasi baru pada sektor-sektor lainnya.

“Dari indikasi yang kita dapatkan dari referensi Kota Blitar yang sudah menerapkan new normal lebih dulu, kami mengindikasikan pulih normal kembali akan dapat kita capai di tahun 2021. Akan tetapi di sisa waktu tahun 2020 ini adalah masa yang cukup bagi kita untuk beradaptasi dengan new normal life,” terangnya.

"Perlu diingat, new normal itu artinya adalah kita mengubah budaya kita, dari yang biasanya tanpa masker, kita tidak sering cuci tangan, tidak ada phsycal distancing, untuk membiasakan itu butuh waktu, karena ini juga bagian dari edukasi masyarakat bahwa new normal life itu dilakukan di sektor pariwisata dengan harapan seluruh sektor akan terinspirasi dan ini akan menjadikan budaya baru kita, budaya hidup bersih dan budaya hidup sehat," tuntasnya.