Kepala DLH Kabupaten Blitar Ir Krisna Triatmanto menyampaikan paparan dalam webinar di RTH Kanigoro (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)
Kepala DLH Kabupaten Blitar Ir Krisna Triatmanto menyampaikan paparan dalam webinar di RTH Kanigoro (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)

Gerakan Blitar menaman terus digelorakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar. Selain untuk menghijaukan lingkungan, gerakan ini juga untuk mencegah terjadinya bencana alam. 

Sosialisasi gerakan tersebut diantaranya dengan Webinar yang mengangkat tema “Merawat Bumi di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Gerakan Blitar Menanam” yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kanigoro, Jumat (26/6/2020) siang. 

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Plt Bapenda Kabupaten Malang Prediksi Penurunan PAD Capai 50 Persen

Webinar yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia menghadirkan tiga narasumber. Yakni Kepala DLH Kabupaten Blitar Ir Krisna Triatmanto, Dolis Setiawan dari Yayasan Caping Gunung dan Veryan Herma dari Planzone Indonesia. 

Agenda ini dilaksanakan secara virtual dan diikuti oleh stakeholder, pelajar dan pegiat serta aktivis lingkungan di Kabupaten Blitar.

“Webinar ini untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni. Sekaligus untuk menyikapi pandemi Covid-19 yang masih terjadi. Oleh sebab itu, kami mendorong kegiatan-kegiatan produktif melalui sosialisasi Gerakan Blitar Menanam,” ungkap Kepala DLH Kabupaten Blitar, Ir Krisna Triatmanto. 

Gerakan Blitar Menanam merupakan program unggulan DLH Kabupaten Blitar untuk memperbaiki kualitas lingkungan. Program ini merupakan respon terkait terjadinya perubahan iklim. DLH gencar menggelar sosialisasi sebagai upaya merangkul seluruh lapisan masyarakat agar ikut bergerak menyukseskan program ini.

“Kita gencarkan sosialisasi, agar masyarakat ikut melakukan penanaman pohon di wilayahnya masing-masing,” paparnya.

Dalam mendukung Gerakan Blitar Menanam, DLH telah melakukan beberapa terobosan dan inovasi. Diantaranya meluncurkan program bank pohon, donasi pohon dan adopsi pohon untuk merespon tingginya kesadaran masyarakat dalam menanam pohon.

“Terobosan ini kita harapkan dapat mengumpulkan dan mencukupi kebutuhan bibit pohon yang dibutuhkan oleh masyarakat.  Jadi Bank Pohon ini dimaksudkan, disamping ada pengadaan dari APBD, kita juga membuka ruang partisipasi dari masyarakat, pihak ketiga dan CSR yang ingin menyumbang pohon. 

Bibit pohon yang terkumpul di Bank Pohon akan kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk ditanam. Setiap tahun banyak sekali permintaan bibit-bibit pohon dan hingga kini belum tercukupi. Harapan kita, dengan Bank Pohon ini bibit pohon bisa tercukupi dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” terang kepala dinas yang dikenal ramah.

Baca Juga : Presiden Jokowi Beri Arahan, Wali Kota Kediri: Kita Harus Miliki Perasaan yang Sama

Lebih dalam Krisna berpesan kepada masyarakat Kabupaten Blitar untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan salah satunya dengan menjaga keanekaragaman hayati.

”Dengan menjaga keanekaragaman hayati, kita harapkan kualitas lingkungan akan semakin membaik. Kami berharap seluruh elemen masyarakat mendukung suksesnya Gerakan Blitar Menanam,” imbuhnya.

Paparan menarik dalam webinar ini disampaikan Veryan Herma dari Plantzone Indonesia. Dia memaparkan, merawat lingkungan juga bisa mendatangkan nilai ekonomis dengan menanam empon-empon atau yang lebih dikenal sebagai  Tanaman Obat Keluarga (TOGA). 

“Masyarakat di desa banyak yang punya lahan kosong. Ini bisa memanfaatkan lahan kosong untuk menanam empon-empon. Keuntunganya, untuk meregenerasi sel dan imunisasi. Selain obat, tanaman ini juga punya nilai ekonomis, bisa dibisniskan untuk menambah pendapatan. Di Plantzone kita mengembangkan yang namanya Kalender Tanaman Mandiri (KATAMAN), untuk meregenerasi imun dan meregenerasi sel,” jlentrehnya.(Adv/Kmf)