Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg (pegang mic) saat menjadi pembicara dalam lokakarya UI Greenmetric (Foto: Ima/ MalangTIMES)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg (pegang mic) saat menjadi pembicara dalam lokakarya UI Greenmetric (Foto: Ima/ MalangTIMES)

Sejak dulu, pembangunan kampus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) selalu memperhatikan konsep green campus. 

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg sendiri mengungkapkan, penataan infrastruktur di UIN Malang dilakukan dengan terencana yang memungkinkan menumbuhkan lingkungan yang bisa men-support program smart and green campus.

Baca Juga : Pembelajaran Jarak Jauh SMPN 11 Malang Didesain Seru dan Menyenangkan

 

"Ini diberlakukan sejak lama, baik di kampus 1, 2, dan 3," ucapnya.

Prof Haris menjadi salah satu pembicara dalam Lokakarya UI GreenMetric Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia, Kamis (25/6/2020). UI Greenmetric merupakan pemeringkatan kampus hijau yang diinisiasi oleh Universitas Indonesia (UI) yang digunakan untuk mengetahui usaha berkelanjutan PT di seluruh dunia dalam menghadapi global warming dan climate change.

Dalam komponen pengelolaan dan penataan infrastruktur UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menerapkan konsep kampus hijau diantaranya dengan pemanfaatan ruang terbuka sebagai area resapan air, pengembangan hutan kampus untuk meminimalisir emisi karbon, program Jumat Menanam untuk menambah vegetasi tanaman di kampus.

Di kampus 1 yang luasnya 16 hektar, ruang terbuka berimbang dengan bangunan yang ada, yang kemudian memberikan fasilitas bagi tumbuh kembangnya green campus.

"Kampus 1 yang luas keseluruhan sekitar 16 hektar, perimbangan antara ruang terbuka dengan bangunan yang ada sangat ideal," timpalnya.

UIN Malang berkomitmen memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau dengan mewujudkan jumlah ruang terbuka hijau minimal 40% dibanding luas bangunan di seluruh area kampus. Keseriusan UIN Malang menerapkan konsep green campus juga terbukti dari support anggaran setiap tahunnya.

"Di kampus 1 kita tanami pepohonan yang bukan hanya menghasilkan oksigen dan sebagainya tetapi juga ada inovasi pepohonan yang menghasilkan buah-buah yang dibutuhkan hewan dan manusia," tuturnya.

Sementara itu, di kampus 3, UIN Malang akan menyisakan 20 persen lahannya untuk pengembangan hutan kota.

"Dari tanah 100 hektar kita sisakan 20 hektar untuk hutan kota dan ini terawat dengan baik dan sangat mendukung program ini," ucapnya.

Dalam pembangunan hutan kota ini UIN Malang juga bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL).

Nah, pembangunan kampus 3 dengan konsep seperti ini tentu menjadi percontohan, bukan hanya bagi kampus lain, tetapi juga kota-kota di sekitar Jawa Timur.

Baca Juga : Sambut New Normal Life, UIN Malang Luncurkan Westafel Sensor Hemat Air

 

"Dengan pengembangan hutan kota yang diresmikan gubernur tahun 2018 lalu maka sesungguhnya pemerintah daerah, Provinsi Jawa Timur berharap UIN menjadi contoh, menjadi inovator, dalam pengembangan hutan kota ini," tuturnya.

Pengembangan program hutan kota tersebut telah dilaksanakan secara periodik salah satunya dengan program penanaman pohon. Saat ini, di kampus 3 sedang tumbuh berbagai pepohonan seperti pohon jati yang bisa mengkonservasi lingkungan.

Tak hanya itu, Rektor sendiri setiap Jumat juga melakukan tradisi Jumat Bersih yang melibatkan seluruh warga UIN Malang.

"Bukan hanya membersihkan lingkungan tapi juga menanam pepohonan yang bisa menjadi konservasi bagi pepohonan langka. Kita ambil beberapa bibit dan varian-varian dari pepohonan yang langka yang kita tanam di kampus 1, 2, dan 3," katanya.

Tak hanya itu, UIN Malang juga menggunakan peralatan hemat energi, yakni lampu solar panel. Penerapan lampu solar panel ini juga kemudian ditiru oleh masyarakat dan instansi-instansi di Kota Malang.

"Dan ini akan memberikan edukasi, kampus mampu mempengaruhi masyarakat sehingga menjadi green city," timpalnya.

Sosialisasi penghijauan juga dilakukan UIN Malang kepada masyarakat luas melalui KKN. Mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk melestarikan lingkungan sehingga kelak menjadi Green Village.

Meski demikian, Prof Haris mengungkapkan, UIN Malang masih perlu motivasi dan kerja sama yang lebih luas untuk mengembangkan konsep green campus ini. Maka dari itu, dia membuka kerja sama lebih luas dengan perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

"UIN Maulana Malik Ibrahim akan buka kerja sama seluas-luasnya dalam rangka menata infrastrukturnya dan terus akan mengembangkan ini dan akan menjadi pilot project mungkin di PTKIN dalam rangka menjadi smart and green campus," tandasnya.