Eksotisme Pantai Pangi di Kabupaten Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Eksotisme Pantai Pangi di Kabupaten Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Menjelang penerapan New Normal bakal diikuti dengan adaptasi baru sektor pariwisata Kabupaten Blitar. Rencananya akan dimulai awal Juli 2020 mendatang, Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar bakal menyiapkan skema pembukaan tempat-tempat wisata.

Dalam skema itu, Pemerintah Kabupaten Blitar tak serta merta membuka tempat wisata. Ada beberapa syarat dan protokol kesehatan yang harus dipenuhi apabila sektor pariwisata memang akan beroperasional kembali.

Baca Juga : Tempat Wisata di Malang Buka Bertahap, Simak Beberapa Fase Operasionalnya

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Arinal Huda mengatakan, sesuai petunjuk Bupati Blitar, sebelum dibukanya kembali sektor pariwisata ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh pengelola destinasi wisata.

"Kita sebelumnya sudah melaksanakan beberapa tahapan di antaranya sosialisasi protokol kesehatan dengan Dinas Kesehatan yang kita laksanakan pada tanggal 16 hingga 18 Juni 2020 kemarin. Sebanyak 38 destinasi wisata kita cek, kita beri pembinaan bagaimana persiapan menuju new normal. Harapan kita saat ini mereka telah menyiapkan segala sesuatunya menjelang dibukanya kembali pariwisata di Kabupaten Blitar," jelas Arinal Huda saat ditemui BLITARTIMES, Selasa (23/6/2020).

Menurutnya, pembukaan kembali tempat-tempat wisata di Kabupaten Blitar akan dilaksanakan secara bertahap. Nantinya dari hasil pengecekan kesiapan di masing-masing destinasi akan ada evaluasi dan rekomendasi dari Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, destinasi mana saja yang sudah siap dibuka.

"Dalam waktu dekat nanti akan ada evaluasi dari Tim Gugus Tugas untuk mengecek apakah protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh pemerintah itu sudah dijalankan dengan baik dan benar oleh destinasi. Kalau belum ya tidak akan dapat rekomendasi," sambungnya.

Dia menambahkan, ada beberapa protokol ketat yang harus diterapkan, baik bagi pengelola destinasi wisata maupun wisatawan, seperti wajib menggunakan masker, wajib cuci tangan, dan jaga jarak. Menurutnya, dari 38 destinasi yang telah dicek, masih sekitar 30 persen yang telah menerapkan simulasi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Dari sosialisasi dan pengecekan kemarin mungkin gambaran saya sekitar 30 persennya sudah siap sesuai protokol kesehatan. Harapannya dalam minggu-minggu terakhir bulan ini mereka menyiapkan apa-apa yang masih kurang," tambah Huda.

Baca Juga : Pemkab Jombang Tegaskan Objek Wisata Belum Boleh Buka

Dia berharap, para pengelola destinasi wisata untuk menyiapkan segala sesuatu yang harus dipenuhi destinasi pada masa adaptasi baru nanti. Pihaknya tidak ingin penerapan adaptasi baru ini nantinya justru menjadi bumerang yang dapat merugikan sektor pariwisata di Kabupaten Blitar.

"Tentu kami sangat berharap pada para pengelola wisata, kalau belum yakin bahwa destinasi itu mampu menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar lebih jangan dipaksakan untuk membuka dulu. Karena apa, itu nanti akan jadi bumerang bagi citra pariwisata di Kabupaten Blitar. Karena satu saja ada kabar terjadi klaster baru di tempat wisata, maka itu dampaknya akan sangat merugikan," kata dia.

Perlu diketahui, saat ini SOP New Normal pariwisata Kabupaten Blitar masih dalam tahap penyusunan. Dari SOP tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Bupati. Nantinya dalam Perbup itu tidak hanya pariwisata akan tetapi semua sektor yang dibuka kembali harus sesuai dengan petunjuk dan protokol yang telah ditentukan.