Webinar dengan tema "Gerakan Islami Solusi Ekonomi Masyarakat Dampak Covid-19" sukses digelar Unisba Blitar
Webinar dengan tema "Gerakan Islami Solusi Ekonomi Masyarakat Dampak Covid-19" sukses digelar Unisba Blitar

Dampak pandemi covid-19 terhadap ekonomi dirasakan cukup masif sebagai akibat dari pembatasan pergerakan masyarakat baik internasional, nasional maupun lokal. Untuk mengetahui dampak pandemi  Covid-19 terhadap ekonomi, Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar menggelar webinar dengan tajuk “Gerakan Islami Solusi Ekonomi Masyarakat Dampak Covid-19”, Kamis (18/6/2020). 

Agenda yang digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom dan disiarkan langsung melalui channel You Tube Blue Ship TV milik Unisba Blitar. Webinar ini menghadirkan dua narasumber yakni  Dr. Ika Yunia Fauziah (Dosen STIE PERBANAS Surabaya, Pengurus IAEI dan Pengurus MES) dan Ustadz Yasin Yusuf, (Owner PT. Mitra Kaffah Travelindo, Owner PT. Bumi Arya Global Resources dan Pengurus APIK Blitar).

Baca Juga : Pembelajaran di Perguruan Tinggi Tetap Daring, Cegah Terjadinya Kampus jadi Klaster Baru

Kepala LPANI Unisba Blitar, M Yusuf Zen, menyampaikan digelarnya webinar ini diharapkan memberikan solusi bagi masyarakat yang menghadapi problem akibat pandemi covid-19. Sebagaimana diketahui, covid-19 yang berlangsung berkepanjangan turut berpengaruh terhadap perekonomian di segala sektor. 

“Webinar ini mengusung solusi nyata.  Konsep solusi diharapkan bisa memberikan solusi kepada masyarakat yang terdampak covid-19. Bahan solusi yang ditawarkan pemateri dari webinar ini diharapkan dapat dikembangkan dan dimodifikasi oleh peserta untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi dan terjadi di lingkungan mereka,” ungkap Yusuf Zen.

Paparan menarik di webinar ini disampaikan Dr Ika Yunia Fauziah. Dikatakanya, secara global pandemi Covid-19 memunculkan beragam masalah ekonomi. Pandemi yang berkepanjangan ditangani pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti karantina wilayah, social distancing, physical distancing dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Di luar negeri, tidak sedikit negara yang mengeluarkan kebijakan lockdown.

“Banyak kesulitan yang dihadapi pasca munculnya covid-19, di antaranya banyak masyarakat yang usahanya gulung tikar,” paparnya.

Dalam mengatasi permasalahan ini, pemerintah harus hadir dengan memberikan bantuan permodalan kepada warga yang menjalankan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Pengusaha kecil salah satu sektor yang paling terdampak akibat covid ini. Pemerintah harus hadir dengan memberikan solusi melalui bantuan sosial dan bantuan permodalan agar di masa new normal nanti usaha mereka bisa jalan lagi,” katanya.

Baca Juga : Soal Kebijakan Mendikbud, Pemkot Malang Masih akan Berlakukan Sekolah Melalui Daring

Tak hanya dampak negatif, covid-19 juga memberikan dampak positif untuk sektor usaha. Ika mencontohkan, penjualan vitamin dan minuman kesehatan naik tajam karena pandemi ini menyadarkan masyarakat tentang pentingnya hidup sehat.

“Toko obat banyak diserbu konsumen yang beli vitamin C. kemudian bakul jamu, dagangan mereka laris manis karena masyarakat rajin konsumsi jamu untuk meningkatkan ketahanan tubuh,” tandas Ika.(*)