Wali Kota Blitar Santoso (4 dari kanan) memimpin peletakan batu pertama pembangunan gedung kampus AKB (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)
Wali Kota Blitar Santoso (4 dari kanan) memimpin peletakan batu pertama pembangunan gedung kampus AKB (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)

Memajukan dunia pendidikan masih menjadi program prioritas Pemerintah Kota Blitar. Seluruh sektor pendidikan mendapat perhatian dari pemkot. Untuk sektor perguruan tinggi, lompatan dibuat Pemkot Blitar dengan mendirikan Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar (AKB).

Dimulainya pembangunan gedung kampus AKB ditandai dengan peletakan batu pertama yang dipimpin Wali Kota Blitar Santoso, Kamis (18/6/2020).

Baca Juga : Pesantren Tebuireng Jombang Siapkan Skema Kembalinya Santri ke Pondok

Pembangunan gedung perguruan tinggi negeri ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Pemkot Blitar dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 

Pembangunan gedung kampus yang berlokasi di lahan bekas RSUD Mardi Waluyo lama ini menelan biaya Rp 17.625.000.000. Pembangunan tahap pertama dimulai pada bulan Mei 2020 dan ditargetkan selesai pertengahan bulan desember tahun ini. 

Wali Kota Blitar, Santoso di kesempatan ini menyampaikan pembangunan gedung kuliah Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar ini merupakan peristiwa bersejarah bagi Kota Blitar karena dilaksanakan pada bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno. Peletakan batu pertama ditandadi dengan pemasangan tiang pancang di lokasi pembangunan gedung kampus negeri kebanggaan warga Kota Blitar. 

“Pembangunan ini kita tunggu-tunggu sejak lama, kita tunggu sejak tahun 2012. Sejak lama kita usulkan, dan alhamdulillah terealisasi tepat di Bulan Bung Karno,” ungkap Wali Kota Santoso.

Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar telah menjadi kampus yang representatif. Gedung kampus ini dibangun melalui anggaran APBS secara multiyear. Wali kota berharap kedepan kampus ini akan dapat membawa perubahan ekonomi masyarakat di Blitar, Bumi Bung Karno. 

“Sesuai dengan masterplan, akan ada beberapa titik yang nanti akan dibangun. Kali ini baru titik pertama, untuk sekretariat dan ruang kuliah. Pembangunan ini akan berlanjut secara multiyears, setiap tahun akan diajukan usulan untuk menyempurnakan masterplan yang telah dirancang,” papar orang nomor satu di Kota Blitar.

Lebih dalam Santoso menyampaikan, pembangunan gedung kampus ini seluruh anggaran bersumber dari Dikti yang berada di bawah naungan Kemendikbud. Dalam sharing ini, Pemkot Blitar memiliki kewajiban mempersiapkan lahan untuk pembangunan kampus. Pemkot menyiapkan lahan produktif di Kecamatan Sananwetan yang merupakan lahan eks RSUD Mardi Waluyo lama. 

Baca Juga : Pembelajaran di Perguruan Tinggi Tetap Daring, Cegah Terjadinya Kampus jadi Klaster Baru

“Karena multiyears, untuk di tahun 2021 nanti anggaran sudah kita ajukan. Harapan kami bisa menyempurnakan masterplan, karena kampus ini nanti sangat luas dan besar,” jlentrehnya.

Sementara itu Direktur Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar, Pudji H, dalam sambutanya menyampaikan pembangunan gedung kuliah AKB merupakan project nasional yang didanai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Pemkot Blitar.

“Project ini dirintis sejak tahun 2012, pada waktu itu Pak Santoso menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar. Pak San punya andil mengawali berdirinya kampus ini dan hari ini Pak San pula yang mengawali pembangunan gedungnya. Mudah-mudahan pembangunan ini berjalan lancar dan selesai akhir Desember tahun ini,” katanya.(*)