Sekolah (Foto:  www.fairfieldsprimary.co.uk)
Sekolah (Foto: www.fairfieldsprimary.co.uk)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan akan membuka tahun ajaran baru 2020/2021 pada minggu kedua Juli mendatang.  

Terkait hal itu, pemerintah memutuskan untuk membuka sekolah yang ada di zona hijau Covid-19.  

Baca Juga : Seleksi Maba Universitas, Pemkot Malang Ajukan Sistem Seleksi Melalui Portofolio ke Pusat

Dikatakan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo terdapat 92 kabupaten/kota yang ada di zona hijau.  

"Sekarang ada 92 kabupaten/kota, tapi data ini per 7 Juni lalu. Kami akan segera menghubungkan setelah data-data lengkap," ujar Doni melalui konferensi pers Senin (15/6/2020).  

Tentunya 92 daerah itu tersebar di beberapa provinsi seperti Aceh, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Doni lantas mengatakan jika di antara 92 daerah itu belum ada zona hijau di wilayah Jawa.  

Paparan Konpers Doni soal Wilayah Zona Hijau
Foto IST

 

Sementara itu, ada 136 daerah yang ada di zona kuning Covid-19.  

Kini, Tim Gugus Tugas akan selalu memperbarui data daerah secara berkala.

Baca Juga : Ingin Masuk Sekolah Favorit Tanpa Batasan Zona, PMI Jember Siapkan Cara Ini

"Kami akan selalu memberikan informasi sehingga sistem pendidikan di Indonesia tetap terjamin keamanannya," ungkap Doni.

Lebih lanjut, Doni tak ingin anak-anak mengalami risiko terpapar Covid-19 karena masuk sekolah. 

Sebelumnya, diketahui Kemendikbud telah menetapkan membuka tahun ajaran baru 2020/2021 pada Juli mendatang.  

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menjelaskan jika siswa-siswi yang ada di zona kuning, oranye dan merah tetap melakukan pembelajaran dari rumah.  

Sedangkan di zona hijau diperbolehkan untuk mulai melakukan pembelajaran tatap muka.