RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardiwaluyo Kota Blitar melakukan berbagai persiapan penanganan menyikapi merebaknya virus corona.
Rumah sakit andalan di Kota Blitar ini telah menyiapkan berbagai fasilitas berupa satu ruang isolasi yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), beberapa tenaga medis serta berbagai peralatan khusus.

Direktur RSUD Mardi Waluyo, Ramiadji mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan satu ruang isolasi khusus dengan dua bed untuk merawat pasien dengan indikasi terjangkit virus Corona.

"Kita sudah menyiapkan jauh-jauh hari tempat isolasi khusus. Sementara ini kita siapkan satu ruangan Isolasi dengan dua bed untuk merawat pasien dengan indikasi terjangkit virus Corona," kata Ramiadji saat ditemui BLITARTIMES pada Kamis (5/3/2019).

Dia menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan tenaga medis dengan dua tenaga dokter spesialis serta tiga perawat khusus untuk menangani pasien suspek virus Corona.

"Untuk tenaga dokter kita siapkan dua orang yang sudah tersertifikasi khusus. Sementara untuk tenaga perawatannya ada tiga orang dan yang dua sudah mencapai level advance. Jadi kalau untuk kapasitas 200 orang, minimal memang harus ada 2 perawat yang advance" paparnya.

Selain itu, RSUD Mardiwaluyo juga sudah menyiapkan semua peralatan untuk menghadapi pasien Corona. Rumah sakit memiliki 90 set alat pelindung diri (APD), 300 baju, 50 masker jenis N95, dan ratusan masker biasa.

"Jadi kalau misalkan ada pasien yang dalam pengawasan kita akan tangani sesuai dengan prosedural yang ada. Kita juga akan tetap berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Jatim. Kalau kami tidak mampu, pasien akan kami rujuk ke rumah sakit lain yang ditunjuk Dinkes Provinsi Jatim," ujarnya.

Sementara itu, pihaknya juga mengimbau pada masyarakat untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Menurutnya, hal itu justru lebih ampuh mencegah penyebaran virus.

"Jadi corona sendiri bukan virus yang bandel, dia kalau keluar dalam suhu panas tertentu paling lama bertahan 1x24 jam. Dan kalau dengan sabun dia langsung rusak. Jadi kita menyarankan agar masyarakat untuk rajin mencuci tangan dengan sabun," tukasnya.