Nampak pohon-pohon di Kota Blitar bertumbangan akibat puting beliung (Foto: Team BlitarTIMES)
Nampak pohon-pohon di Kota Blitar bertumbangan akibat puting beliung (Foto: Team BlitarTIMES)

Kerugian akibat peristiwa angin kencang di Kota Blitar Jumat (21/2/2020) sore mencapai Rp 800 juta. Jumlah ini setelah Kesbangpol dan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Kota Blitar melakukan pendataan di wilayah terdampak.

Kabid PBD Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Supriadi mengatakan total kerugian sebesar Rp 800 juta itu adalah data terbaru per 07.00 WIB (22/2/2020).

"Data sementara yang masuk ke kami total kerugian mencapai Rp 800 juta. Data ini masih akan terus kami update. Penghitungan kerugian masih belum tuntas," ungkap Supriadi, Sabtu (22/2/2020).

Data Bakesbangpol dan PBD kerugian itu disebabkan karena pohon tumbang yang terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kota Blitar. Setidaknya ada  73 pohon tumbang yang menimpa rumah warga, fasilitas umum, warung, hingga kendaraan roda dua dan roda empat. "Total pohon tumbang ada 73 titik. Sisanya dahan patah," imbuhnya.

Kesbangpol dan PBD Kota Blitar merinci di Kecamatan Sananwetan,  pohon tumbang mengakibatkan  3 rumah, satu kios, dan satu ruang kelas rusak. Pohon tumbang juga memutus kabel listrik.

Kemudian, di Kecamatan Sukorejo, puluhan pohon tumbang menimpa satu rumah, 1 motor, dua warung dan merobohkan beberapa pagar. Kabel listrik, telepon dan PJU juga putus. Sementara, di Kecamatan Kepanjenkidul pohon yang tumbang menimpa satu rumah, satu motor, dua mobil, dua warung dan beberapa pagar roboh.

Pantauan di Kota Blitar, hingga pagi tadi masih banyak dahan dan batang pohon yang berserakan di pinggir jalan. Petugas gabungan dibantu warga masyarakat terlihat masih melanjutkan pembersihan di lokasi terdampak bencana angin kencang.(*)