Reses Wakil Ketua  DPRD Kota Blitar Yasin Hermanto di Jl Suryat (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)
Reses Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Yasin Hermanto di Jl Suryat (Foto: Aunur Rofiq/ BlitarTIMES)

Masa reses pertama dilakoni anggota DPRD Kota Blitar periode terkini, tak terkecuali H Yasin Hermanto dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Yasin yang merupakan Wakil Ketua 1 DPRD Kota BLITAR menggelar resesnya di Jalan Suryat, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Rabu (12/2/2020).

Dalam jaring aspirasi ini, Yasin menampung aspirasi-aspirasi dari konstituen warga setempat yang hadir, yang jumlahnya mencapai 200-an orang. Aspirasi yang muncul lebih banyak pada pembangunan jalan dan penerangan jalan.

“Beberapa aspirasi disampaikan warga yang cukup mencolok diantaranya, warga minta Jalan Suryat untuk di- hot mix ulang. Warga juga minta penerangan jalan umum (PJU) untuk diprioritaskan. Warga juga meminta jalan yang berada tepat di belakang tempat reses ini untuk dipaving,” ungkap Yasin Hermanto kepada BLITARTIMES.

Selain infrastruktur, warga juga meminta bantuan kepada Yasin selaku Wakil Ketua DPRD terkait bidang pendidikan. Beberapa warga mengaku resah dengan kebijakan penarikan LKS di sekolah. Usulan lainnya, warga juga meminta pengawalan terkait dengan honor guru ngaji di Kota Blitar.

“Usulan-usulan ini nanti akan dikompilasi dengan hasil Musrenbang di kecamatan dan hasil reses di DPRD. Setelah itu akan kita tetapkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD,” tegasnya.

Selain menyerap aspirasi dengan melalui tanya jawab, di kesempatan ini warga juga menyampaikan aspirasi melalui lembaran kuisioner. Menurut Yasin, hal ini diterapkan agar jaring aspirasi yang dilaksanakan benar-benar dapat optimal dalam menampung usulan warga.

“Memang nanti kalau usul satu persatu sampe jam 12 malam nggak akan selesai. Makanya untuk teori atau tekniknya saya kasih lembar kuisioner yang mencakup Komisi I sampe Komisi III. Usulan untuk semuanya mulai bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan lainya bisa disampaikan. Jadi, bagi warga yang tidak berani pegang mic bisa menyampaikan usulannya melalui kuisioner,” tandasnya.(*)

 

<