Ilustrasi (Foto: Ist/google images)
Ilustrasi (Foto: Ist/google images)

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Blitar mengingatkan KPU Kota Blitar untuk berhati-hati dan jeli dalam proses rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Sejumlah potensi kerawanan telah dipetakan dan menjadi titik fokus pengawas selama proses rekrutmen berlangsung.

Ketua Bawaslu Kota Blitar, Bambang Arintoko dilansir BLITARTIMES dari laman situs resmi Pemkot Blitar, Senin (26/1/2020), mengatakan untuk mengawasi kerawanan itu, Bawaslu menerjunkan anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) yang telah dilantik akhir tahun 2019 lalu.

Dikatakan Bambang, sesuai pemetaan terdapat beberapa kerawanan selama proses perekrutan PPK Pilwali 2020. Di antaranya terkait periodesasi, belum cukup umur, calon suami/istri penyelenggara, bukan pengurus parpol, dan bukan tim kampanye pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota.

“Dalam melakukan pengawasan, kami menerjunkan langsung anggota panwascam ditambah sekretariat. Sedangkan untuk komisioner hanya melakukan supervisi,” ungkap Bambang dikutip BLITARTIMES dari laman situs resmi Pemkot Blitar.

Bambang menyebut, terdapat beberapa persyaratan perekrutan PPK Pilwali 2020, diantaranya calon anggota PPK tidak boleh menjabat dua kali periode berturut-turut pada jabatan yang sama, tidak menjadi tim kampanye peserta Pemilu, tidak menjadi partai politik, dan lain-lain.

“Beberapa hal itu yang perlu diantisipasi dalam proses perekrutan calon anggota PPK,” paparnya.

Sekedar diketahui, proses pendaftaran calon anggota PPK dilaksanakan mulai 18-24 Januari 2020. KPU Kota Blitar membutuhkan 15 anggota PPK untuk 3 kecamatan, yaitu Sukorejo, Sananwetan, dan Kepanjenkidul.(*)