Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyo dan Tersangka JP (kanan) saat gelar press rilis. (eko Arif s /JatimTimes)
Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyo dan Tersangka JP (kanan) saat gelar press rilis. (eko Arif s /JatimTimes)

 Tak kuat menahan hasrat seksualitasnya JP 51 tahun seorang duda nekat memerkosa SH seorang gadis yang mengalami keterbelakangan mental (difabel) yang juga masih tetangganya sendiri. Aksi pemerkosaan tersebut dilakukan JP di rumah korban di Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri.

Dalam pemerkosaan tersebut pelaku JP mengaku khilaf telah memerkosa tetangganya. Tersangka mengaku hanya sekali menyetubuhi korban."Saya khilaf baru sekali, " kata JP.

Sementara itu, Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono mengatakan, pada saat kejadian sekitar pukul 09.00 WIB, korban menjahit pakaian di rumahnya.

“Sewaktu korban menjahit, dia melihat pelaku berjalan lewat samping rumahnya. Karena tidak curiga, korban meneruskan pekerjaan tersebut,” kata Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyo saat menggelar press rilis di Mapolres Kediri, Selasa (7/1/2020) siang.

Tanpa disadari oleh korban, pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara meloncat melalui jende|a samping. Pelaku sempat melempar batu ke arah korban sehingga korban melihat ke arah pelaku. Karena takut, korban segera masuk ke dalam kamar. Pelaku yang mengetahui korban masuk ke kamar langsung menghampiri korban.

Di dalam kamar, pelaku memberi iming-iming uang kepada korban sebesar Rp 1.000 dengan mengatakan untuk membeli jajan. “Setelah memberi uang, selanjutnya tangan korban dipegang dan langsung ditarik. Posisi korban yang masih berdiri, bagian dada korban langsung dipegang dan korban merasa kesakitan,” katanya.

Tak cukup di situ aksi bejat pelaku, dia segera melepas celana korban dan tubuh korban dibopong oleh pelaku hingga possi terlentang. “Dari keterangan pelaku, setelah melepaskan celana, dia juga melepas celana dalamnya. Akibat aksi bejat pelaku ini, akhirnya terjadilah persetubuhan,” imbuhnya.

AKBP Lukman menambahkan, korban tidak bisa melakukan perlawanan dan tidak bisa barontak karena tubuh korban ditindih oleh pelaku. Saat kejadian, situasi rumah dalam keadaan sepi dan hanya ada korban saja karana orang tua korban sedang mengantarkan adik korban ke sekolah,"tandasnya.

Akibat perbuatannya, JP dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dan Pasal 289 tentang pencabulan. Untuk Pasal 285 diancam penjara maksimal 12 tahun dan Pasal 289 diancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.