Inspeksi mendadak Bupati Blitar di sejumlah pengerjaan proyek fisik.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Inspeksi mendadak Bupati Blitar di sejumlah pengerjaan proyek fisik.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Untuk mengantisipasi adanya proyek pembangunan yang mangkrak di akhir tahun 2019 ini Bupati Blitar Rijanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pembangunan proyek fisik di Kabupaten Blitar, Kamis (5/12/2019). 

Pada Kesempatan tersebut Bupati Blitar melakukan inspeksi sejumlah proyek fisik dengan didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Blitar, Eko Susanto, Kepala Inspektorat, Ahmad Lazim dan sejumlah staf.

Menurut catatan Bupati, dari sejumlah serapan anggaran proyek-proyek fisik ada beberapa yang kurang lancar dan perlu didorong untuk mempercepat kinerja penyelesaian.

"Ya hari ini saya didampingi Inspektorat dan Kepala Diskominfo mengadakan kunjungan yang sifatnya mendadak. Mulai kemarin dan hari ini kita lanjutkan melihat perkembangan pasar di Kanigoro, Depo Arsip serta Parkiran di lingkungan Dispendukcapil," kata Bupati. 

Menurutnya, dari inspeksi mendadak di sejumlah proyek fisik tersebut, Bupati mendapati, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan oleh pelaksana yaitu waktu penyelesaian yang harus betul-betul diperhatikan. Untuk itu, Bupati menginstruksi para pelaksana untuk menambah pekerja dan harus kerja lembur agar pekerjaan proyek fisik bisa selesai tepat waktu sesuai sesuai surat perjanjian ikatan kerja (SPIK). 

"Menurut catatan evaluasi saya untuk penyerapan anggaran proyek-proyek fisik yang kurang lancar perlu kita dorong untuk mempercepat kinerja. Yakni dengan cara menambah tenaga kerja atau waktu lembur untuk mempercepat penyelesaian. Sehingga targetnya bisa selesai tepat waktu sesuai dengan SPK yang mereka tandatangani," ungkap Bupati.

Bupati menambahkan, selain ditargetkan selesai tepat waktu, pelaksana juga harus memperhatikan kualitas pengerjaan bangunan juga terjaga dengan baik. Sebab, kualitas bangunan yang baik akan memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat yang akan memanfaatkannya. Sementara itu, apabila pekerjaan proyek fisik tidak selesai tepat waktu maka ada konsekuensi yang harus ditanggung oleh pihak pelaksana.

"Ya, sebab proyek fisik itu merupakan pekerjaan teknis yang spesifikasinya sudah ditetapkan. Maka kualitas harus tetap diutamakan. Dan apabila pekerjaannya terlambat, maka tekanan akan didenda, Makanya harus segera diselesaikan," tandasnya.(*)