Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti
Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar meminta masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). 

Hal ini mengingat saat ini telah memasuki peralihan musim dari kemarau menjadi penghujan. 

DBD rentan menjangkit pada masa transisi atau pancaroba seperti ini.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan dari Januari sampai Oktober 2019 terdapat 653 penderita demam berdarah dan 8 orang meninggal akibat penyakit tersebut. 

Sedangkan, tahun 2018 terdapat 634 penderita demam berdarah. 

"Situasi DB di Kabupaten Blitar ini mudah-mudahan tidak meningkat lagi, mengingat jumlah paling banyak diawal tahun, jadi kejadian demam berdarah paling banyak di diakhir tahun 2018 dan di awal 2019. Hal ini sama dengan situasi sekarang yakni memasuki musim penghujan," ungkap Krisna pada Rabu (4/11/2019).

Untuk mengatasi hal itu, Dinkes Kabupaten Blitar telah melakukan berbagai kegiatan pencegahan untuk mengantisipasi demam berdarah saat datangnya musim hujan. 

Salah satunya, melakukan sosialisasi pencegahan munculnya jentik jentik nyamuk Aedes Aegepty. 

"Mudah mudahan memasuki musim penghujan diakhir tahun 2019 ini dengan adanya kegiatan kegiatan yang sudah kita lakukan untuk mengantisipasi demam berdarah di musim penghujan, mudah-mudahan bisa mengurangi penderita penyakit ini," ungkapnya.

Kresna menghimbau, agar penyakit demam berdarah tidak menjangkiti masyarakat menurutnya adalah dengan cara meningkatkan mengaktifkan kembali pemberantasan sarang nyamuk di masing-masing rumah dan mengoptimalkan satu rumah satu Juru Pemeriksa Jentik (Jumantik) yang sudah dibentuk oleh Dinkes di beberapa desa dan kecamatan di Kabupaten Blitar.

"Dengan masing masing rumah punya satu orang jumantik, harapannya di rumah penduduk tidak ditemukan lagi jentik jentik nyamuk sehingga dikala musim penghujan, jentik jentik nyamuk demam berdarah tidak berkembang biak," tukasnya. 

Selain itu, untuk mendapatkan penanganan terbaik untuk mengatasi DB baik puskesmas maupun dokter rumah sakit apabila mengalami demam 3 sampai 4 hari tidak sembuh meskipun sudah minum obat. 

Hal itu untuk mengetahui dini gejala demam berdarah.

"Jadi saya harap masyarakat waspada jangan lupa lakukan PSN satu minggu sekali, optimalkan satu rumah satu jumantik dan periksalah di sekitar rumah masing masing sehingga kita terbebas dari jentik jentik nyamuk demam berdarah," tandasnya.(*)