Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto
Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto

Rencana pembangunan pasar loak di kawasan Pasar Hewan Dimoro tahun ini bakal dipastikan pupus. Pasalnya, berdasar kajian kelayakan, lahan di barat Pasar Dimoro tidak layak untuk dibangun.

Kepastian tidak jadinya pembangunan pasar loak di kawasan Pasar Hewan Dimoro itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto. Dia mengatakan, kawasan barat pasar hewan tidak layak untuk dibangun pasar. “Sebab, itu termasuk kawasan sumber mata air,” katanya.

Hal itu diketahui setelah Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya melakukan kajian dan studi kelayakan. Sesuai Peraturan Jawa Timur wilayah barat Pasar Hewan Dimoro itu masuk zona sumber mata air.

Maka dari itu, tidak diperbolehkan membangun pasar di zona sumber mata air. Sebab, itu berisiko terhadap keberlangsungan sumber mata air di wilayah tersebut. “Ya, kami menunggu kajian lebih lanjut dari disperindag dan OPD terkait lainnya,” ujarnya.

Padahal, jelas dia, dana rencana pembangunan pasar loak itu sudah dianggarkan di APBD 2019. Disperindag mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 miliar. Dengan tidak jadinya dibangun, maka anggaran tidak terserap. “Ya, tidak terserap,” sambungnya.

Memang, menurut dia, sesuai peraturan, semua rencana pembangunan harus disinkronkan dengan perencanaan di provinsi dan nasional. Dengan begitu, perencanaan program pembangunan bisa sinkron dan pembangunan bisa sinkron dan terlaksana dengan optimal.

Disperindag, jelas Totok, mengusulkan agar pasar loak dibangun dekat dengan Pasar Sayur Terpadu. Sesuai rencana, pasar sayur bakal dibangun di dekat terminal Kota Blitar. “Usulan dari disperindag nanti di dekat pasar sayur,” pungkasnya.(*)