Aksi Balistik di Pasar Wlingi menuju Kabupaten Blitar bebas sampah
Aksi Balistik di Pasar Wlingi menuju Kabupaten Blitar bebas sampah

Kerja nyata pengurangan sampah plastik semakin digencarkan. Bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar mengawalinya dari pasar. Aksi Blitar Libas Sampah Plastik (Balistik) yang dipusatkan di Pasar Wlingi, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jumat (5/7/2019) dinilai efektif sebagai upaya penanaman cinta lingkungan sejak dini.

Dalam aksi ini, DLH Kabupaten Blitmy melakukan aksi pungut sampah dan menyosialisasikan bahaya sampah plastik bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar Ny Ninik Rijanto dan Kresekmen. Tokoh superhero Kresekmen dihadirkan untuk memotivasi masyarakat untuk mengurangi sampah plastik. 

Dalam kesempatan ini, selain memberikan imbauan secara lisan, DLH juga membagikan kantong sampah gratis berbahan kain dan memasang stiker di lapak-lapak pedagang.

"Sumber sampah terbesar salah satunya berasal dari pasar. Sosialisasi ini merupakan salah satu cara menjaga lingkungan tetap asri," ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Ny Ninik Rijanto.

Menurut istri Bupati Blitar Rijanto, pedagang dan pengunjung pasar harus diajak dalam pengolahan sampah organik dan nonorganik. Sebagai upaya pengurangan penggunaan material plastik.

"Kita jangan lagi manja, sedikit-sedikit pakai plastik. Sedikit-sedikit buang sampah sembarangan karena berpikirnya ada pemerintah, jangan lagi seperti itu. Sampah adalah tanggung jawab kita semua, oleh karenanya kita harus bijak dalam penggunaan plastik ini," katanya.

Ninik pun berharap sosialisasi yang digelar ini bisa memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya sampah plastik.

“Mudah-mudahan melalui sosialisasi ini semakin meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita terhadap pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari yang pada akhirnya dapat menhindarkan diri kita dari berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh penggunaan berbagai bahan plastik,” harap Ninik.

Upaya penggurangan sampah plastik terus digencarkan oleh DLH Kabupaten Blitar. Sebagai motivator dan leading sector, DLH menyediakan sarana dan prasarana pendukung, seperti tong sampah, alat pemilah sampah, dan lainnya. 

"Ini harus berkelanjutan, pedagang pasar harus jadi motor. Kami terus mendorong pasar dalam perspektif lingkungan,” tegas Kepala DLH Kabupaten Blitar, Krisna Triatmanto.

Krisna menambahkan, pihaknya juga tengah berupaya menyosialisasikan pengurangan penggunaan material plastik seperti sedotan maupun styrofoam kepada seluruh masyarakat Kabupaten Blitar.

Menurut dia, mengapa harus mengurangi sampah plastik, sesuai dengan studi dan survei bahwa Indonesia merupakan nomer dua di dunia penghasil sampah plastik.
“Kemudian kita lihat dampaknya apa sih, pertama bisa mencemari lingkungan, karena plastik sulit diurai. Karena asamnya terlalu tinggi, sehingga tidak dapat diurai sampai ratusan tahun, kedepan akhirnya numpuk tidak bisa didaur ulang,” terangnya.

Dijelaskannya pula, sampah plastik juga sebagai gangguan kesehatan, kantong plastik kalau untuk tempat kue, apalagi panas kayak ote-ote senyawanya akan ikut.
“Kalau dimakan akan menimbulkan penyakit, pelan-pelan tapi lebih bahaya. Apalagi kalau dibakar asapnya juga bahaya.

“Kuncinya adalah kesadaran diri sendiri akan pentingnya menjaga lingkungan. Meski pemerintah telah membuat aturan pelarangan kantung plastik namun masyarakat masih hidup dalam kebiasaan lama, maka pengurangan sampah plastik tidak akan sukses. Kesadaran inilah yang terus kami dorong,” tandasnya.(kmf)