Ilustrasi.(Foto : Google Images)
Ilustrasi.(Foto : Google Images)

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar kembali menertibkan ratusan alat peraga kampanye (APK) milik partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 di Kabupaten Blitar.

APK berupa baliho, spanduk, dan umbul-umbul terpaksa diamankan lembaga pengawas pemilu itu.

“Karena tidak sesuai aturan dalam pemasangan, akhirnya kami tertibkan,” papar Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar M. Hakam Sholahudin.

Hakam menjelaskan, pelanggaran APK yang paling banyak ditertibkan diantaranya APK dipasang di pohon, dipaku di pohon, menempel di tiang listrik maupun tiang telepon dan di tempat yang semestinya tidak boleh dipasang APK. Seperti di sekolahan, perkantoran dan lainnya.

"Dari berbagai pelanggaran itu yang terbanyak yakni dipasang dan dipaku di pohon,” ujarnya.

Dia mengatakan peraturan pemasangan APK di Kabupaten Blitar lebih ketat. Sebab pemasangan APK harus mandiri, yakni dipasang dengan menggunakan tiang sendiri atau tidak boleh dipasang dengan cara menempel. Misalnya memasang APK di tembok, di pohon, di tiang listrik, tiang telepon maupun tiang rambu lalu lintas.

"Harus dipasang terpisah dengan menggunakan tiang dari kayu bambu atau lainnya,” jelasnya.

APK yang ditertibkan tersebut, selain disimpan di gudang Kantor Bawaslu, juga disimpan di gudang Kantor Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam).

Jika pelanggaran APK ada di wilayah Kecamatan Garum, maka APK yang ditertibkan itu disimpan di Panwascam Garum. Lanjut dia, APK yang ditertibkan tersebut bisa diambil oleh pemilik atau partai politik.

“Sebelum ditertibkan kami sudah memberitahukan kepada pemilik APK, boleh diambil tapi harus membuat berita acara,” urainya.