Indonesia tentu memiliki sederet monumen kebanggaan yang juga selalu menjadi ikon tersendiri. Selain berkaitan dengan sejarah, monumen-monumen yang dibuat terkadang memang menjadi sebuah cerminan dari pencapaian sebuah pembangunan.
Tapi ternyata, beberapa monumen yang dibangun pemerintah Indonesia dikatakan sangat mirip dengan tugu setan, atau monumen yang identik dengan aktivitas pemujaan terhadap setan. Dua diantara bangunan yang dimaksud adalah Monumen Nasional (Monas) dan Tugu Linggarjati.
Dilansir dari channel YouTube Catatan Ringan, ke dua monumen ini dikatakan sebagai tugu pemuja setan lantaran bentuknya mirip Obelisk.
Obelisk adalah monumen meruncing tinggi segi empat berbentuk prisma pada bagian atasnya. Bangunan ini awalnya disebut dengan istilah Tekhenu oleh para pembangun mereka yaitu orang Mesir Kuno. Obelisk ini sendiri melambangkan dewa matahari yaitu Dewa Ra.
Bangunan tersebut sangat diagungkan oleh masyarakat Mesir Kuno yang ditempatkan berpasangan di pintu masuk kuil. Bangunan ini berasal dari kepercayaan turunnya Dewa Ra ke bumi yang diilhami efek matahari senja yang membentuk Sun Pillar.
Obelisk ini sendiri sengaja diletakkan di luar kuil untuk menghormati dewa yang ada di dalam kuil maupun Dewa Matahari yang akan mengitari kuil dari atas kepala.
Satu-satunya Obelisk yang masih berdiri pada posisinya adalah Sanusret I (1971-1926 SM). Obelisk tersebut berada di Heliopolis, Yunani di bekas kuil Dewa Matahari.
Sejak beberapa abad lalu, Obelisk dijadikan simbol oleh kelompok Freemasom, dan masih identik dengan kelompok tersebut sampai sekarang. Di berbagai negara di dunia, bangunan seruan Obelisk masih berdiri kokoh. Kebanyakan menandakan kejantanan atau kekuatan yang selalu dibangun dekat atau menghadap dengan gedung pusat kekuasaan.
Di Indonesia, Monumen Nasional atau Monas juga disebut sebagai Obelisk yang menghadap ke Istana Negara. Selain itu juga ditemui pada Tugu Proklamasi di Jakarta Pusat.
Tugu itu disebut sebagai Tugu Proklamasi lantaran dibangun pertama kali setelah Indonesia melakukan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Namun kemudian berganti nama menjadi Tugu Linggarjati.
Tugu berbentuk Obelisk itu merupakan tugu segi empat dengan ketinggian tiga sampai empat meter, yang pada atapnya berbentuk prisma. Presiden Soekarno pernah menghancurkan tugu tersebut pada 1964 dan menggantinya dengan Tugu Petir. Namun pada pemerintahan Presiden Soeharto, tepatnya pada 1971, bangunan serupa Obelisk itu kembali dibangun di tempat yang sama.
Dalam ajaran Islam, Obelisk merupakan sebuah bangunan yang dibenci karena merupakan tempat pemujaan setan. Saat melakukan ibadah haji, seorang muslim akan melakukan lempar jumroh, yang itu dilakukan pada monumen berbentuk Obelisk. Artinya melempar Obelisk sama dengan melempar setan.
Selain di Indonesia, bangunan serupa juga ditemui di tengah Saint Peter Square yang merupakan pusat tahta suci Vatikan. Bangunan Obelisk juga bisa ditemui di Paris, Prancis hingga Washington DC, Amerika Serikat.
