Totok Sugiarto, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Totok Sugiarto, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah (DPRD) Kota Blitar resmi melayangkan surat rekomendasi penutupan café karaoke Maxi Brillian. Penutupan ini setelah empat fraksi di DPRD menyepakati tuntutan gabungan ormas Islam dalam hearing beberapa waktu lalu.

"Secara resmi kami melayangkan surat rekomendasi yang ditujukan kepada Pemkot Blitar untuk segera menutup karaoke Maxi Brillian. Ini merupakan hasil final dari hearing yang digelar antara DPRD dengan Forum Umat Islam," ucap Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto, Jumat (21/12/2018).

Dalam surat  tersebut, Totok menegaskan ada dua poin yang menjadi rekomendasi. Pertama untuk segera menutup tempat karaoke yang terbukti melakukan praktik menyimpang. Poin kedua pemkot diminta segera mengevaluasi keberadaan tempat hiburan di Kota Blitar. Evaluasi dilakukan dari segala aspek baik indikasi penyimpangan maupun perizinan.

"Jadi bukan hanya rekomendasi menutup karaoke yang sudah terbukti melakukan praktik menyimpang saja. Namun keberadaan seluruh tempat hiburan yang ada di Kota Blitar juga harus segera dievaluasi," tambah dia. 

Dihubungi terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar, Rudy Widjanarko mengaku saat ini masalah karaoke Maxi Brillian masih dibahas secara internal oleh Pemkot Blitar. Sejumlah OPD dan instansi terkait juga masih merumuskan permasalahan tempat  karaoke ternama di Kota Blitar ini. 

"Masih dibahas secara internal. OPD dan instansi terkait juga masih merumuskan masalah ini. Nanti surat rekomendasi itu juga akan menjadikan salah satu bahan acuan mengambil tindakan," katanya. 

Untuk diketahui desakan penutupan karaoke Maxi Brillian menguat pasca tempat karaoke itu digerebek Polda Jatim lantaran dugaan menyajikan tarian striptis. Meski pihak manajemen Maxi Brillian membantah  adanya praktik tak pantas tersebut. 

Terakhir, gabungan ormas Islam mengadakan audiensi dengan DPRD Kota Blitar menuntut dewan mendedak pemkot menutup Maxi Brillian.(*)