APK yang menyalahi aturan pemasangan. Lokasi Jalan Kelapa Gading, Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)
APK yang menyalahi aturan pemasangan. Lokasi Jalan Kelapa Gading, Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.(Foto : Team BlitarTIMES)

 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Blitar terus memantau dan menyisir pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang dipasang menyalahi aturan.

Langkah itu ditempuh setelah banyaknya laporan terkait pemasangan APK yang tidak sesuai peraturan yang berlaku. Semisal APK yang pemasangannya dipaku di pohon. Kemudian APK yang dipasang di kawasan steril pemasangan APK.

"Mekanismenya kami akan menginstruksikan panwascam supaya menginventarisasi. Kemudian mendokumentasikan supaya segera dilaporkan ke kami (Bawaslu Kota Blitar). Nanti kemudian kami hubungi parpol yang bersangkutan. Kalau tidak sanggup menertibkan, berarti akan kami tertibkan," ucap Ketua Bawaslu Kota Blitar Bambang Arintoko.

Meski saat ini tengah berlangsung masa kampanye pileg 2019, dia mengakui masih ada salah satu tim kampanye parpol yang salah dalam pemasangan APK dengan cara dipaku di pepohonan. Sebab, setelah Bawaslu menertibkan APK yang menyalahi aturan pemasangan, rekomendasi penertiban APK juga akan disampaikan ke pihak partai politik.

"Karena ini memang tahapannya kampanye, pasti ada yang melanggar, karena dasar hukum dari pemasangan APK ini banyak. Salah satunya Perwali 23 Tahun 2017 perubahan dari Perwali 24 tahun 2013. Makanya dengan adanya perwali ini kalau ada partai yang sudah mencopot APK-nya yang salah pemasangan, berarti kami akan menertibkan APK yang lain," tandas dia.

Sebagaimana diketahui, pantauan BLITARTIMES di lapangan, marak pemasangan APK yang dipasang dipaku di pohon. Seperti yang dilakukan oleh APK  salah satu pasangan capres-cawapres di Jalan Gading, Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. APK ini hingga kini masih terlihat belum ditertibkan oleh Bawaslu Kota Blitar.(*)