Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Kris Bianto memberikan keterangan pers kepada wartawan dan lintas sektor terkait penanganan bencana Kelud.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Kris Bianto memberikan keterangan pers kepada wartawan dan lintas sektor terkait penanganan bencana Kelud.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Kodam V/Brawijaya mengapresiasi tanggap bencana Gunung Kelud yang dilakukan oleh Korem 081/DSJ Madiun. Hal ini menjadi peringatan dini kepada masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap Gunung Kelud yang sewaktu-waktu bisa meletus.

Hal tersebut diungkapkan Staf Ahli Pangdam V/Brawijaya Bidang Ilpengtek dan LH Kolonel Inf Bambang Sudarmanto pada acara penutupan  latihan terpadu penanganan bencana Gunung Kelud di Lapangan  Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jumat (16/11/2018).

“Gunung Kelud itu sewaktu-waktu bisa erupsi. Dengan latihan seperti ini kita bisa tahu kesiapan unsur-unsur terkait. Latihan ini mengantar pada apa yang dilakukan mulai dari pra bencana, gawat darurat hingga pasca bencana,” ucap Bambang Sudarmanto kepada awak media.

Melalui latihan ini manajemen penanggulangan bencana bisa semakin dimatangkan. Salah satunya adalah titik-titik pengungsian. Sehingga apabila bencana sungguhan terjadi unsur-unsur terkait seperti TNI-Polri, pemda dan BPBD sangat siap menjalankan tugas penanganan bencana.

Dikatakan pula, TNI terus mengembangkan pola penanganan terhadap korban bencana alam. Salah satunya dengan mengembangkan permainan-permainan untuk menghibur anak-anak korban bencana untuk menghilangkan rasa trauma.

“Bila ada bencana TNI minta atau tidak diminta akan tetap turun. Ini sudah tugas dari TNI dimanapun berada. Kita tidak akan diam bila rakyat ada kesulitan,” tegas dia.

Sementara Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Kris Bianto selaku Dansatgas PRC PB, mengatakan dalam latihan ini pihaknya juga turun langsung memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat di 4 kecamatan yang masuk dalam kategori rawan bencana. Keempat kecamatan tersebut masing-masing Garum, Nglegok, Gandusari dan Ponggok.

“Kami punya Babinsa di setiap desa. Bersama dengan BPBD mereka turun langsung melakukan penanganan dan sosialisasi di daerah tersebut,” paparnya.

Ditegaskan, latihan ini membuktikan kesiapan Korem 081/DSJ menangani bencana gunung kelud bila gunung berapi itu sewaktu-waktu meletus. “Secara sarana-prasarana maupun personil kita sudah siap. Kapanpun waktunya kita siap,” pungkasnya.

Latihan terpadu penanganan bencana Gunung Kelud total diikuti 600 personel. Mulai dari prajurit TNI dan personel gabungan dari unsur terkait seperti Polres Blitar, Tagana, Dinkes, BPBD, PMI, PLN, PDAM, Damkar, Dishub, Satpol PP, Orari, Rapi, LSM dan masyarakat. Latihan dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 12-16 November 2018.(*)