Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)
Ilustrasi.(Foto : Tribunnews)

Penanganan pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Dinas Kesehatan  Pemkab Blitar. Berdasarkan data, saat ini tercatat ada 22 ODGJ hidup dalam pasungan.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, total ODGJ di Kabupaten Blitar berjumlah 159 penderita. Dari jumlah tersebut 137 diantaranya sudah bebas pasung. Dari jumlah tersebut 74 diantaranya sudah bebas murni. Artinya sudah tidak dipasung dan sudah kembali bersosialisasi di masyarakat, meski masih mendapatkan pengawasan dari Dinas Kesehatan.

“Sedangkan 63 sisanya statusnya masih bebas pasung berjalan. Artinya, meski sudah dibebas pasungkan ODGJ tersebut masih harus mendapatkan pengobatan dan pemantauan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar,” ucap Krisna Yekti. 

Dikatakan, 22 ODGJ yang masih hidup dalam pasungan ini ditargetkan bebas sebelum 2019. Dinkes melalui petugas Puskesmas terus melakukan upaya persuasif agar pihak keluarga mengijinkan petugas melakukan pembebasan. 

"Kendala yang kita alami memang selama ini justru datang dari pihak keluarga. Mereka menolak pembebasan dengan berbagai macam alasan," tambah dia, 

Lanjut dia menyampaikan,  Kecamatan Srengat, Udanawu, Kanigoro, Talun dan Selopuro menjadi penyumbang jumlah ODGJ terbanyak dibandingkan kecamatan lainnya.(*)