Pelatihan Pengelolaan Sampah yang digelar DLH di Desa Bendosewu.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Pelatihan Pengelolaan Sampah yang digelar DLH di Desa Bendosewu.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Untuk kedua kalinya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Blitar kembali menyelenggarakan pelatihan pengelolaan persampahan kepada masyarakat.  

Kali ini puluhan masyarakat Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, dengan tema “Pelatihan Manajemen Pengelolaan Sampah dan Limbah Rumah Tangga”, Kamis (15/11/2018).

Materi pelatihan yang diberikan diantaranya teknologi penanganan limbah dan sampah rumah tangga. Dan pengelolaan sampah rumah tangga yang berwawasan lingkungan. 

Adapun pemateri yang dihadirkan masing-masing  Achmad.Rifai dari Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan Perikanan Pandanarum Sutojayan dan Sujiman dari Sahabat Lingkungan.

Kasi Perlindungan dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan DLH Pemkab Blitar, Eko Hamanto, mengatakan kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Bendosewu itu merupakan program pemberdayaan DLH Pemkab Blitar melalui optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). 

Diharapkan pasca kegiatan ini masyarakat semakin sadar menjaga kebersihan lingkungan. Dan cerdas mengolah sampah di sekitar menjadi produk yang berguna.

“Materi yang kita sampaikan kita sesuaikan dengan kondisi yang ada di Desa Bendosewu. Di desa ini ada banyak petani dan peternak ikan. Sehingga materi kita fokuskan ke pengomposan atau bila di ilmu pertanian itu pestisida nabati,” ucap Eko Hamanto.

Hakim Catur dari Bagian Perekonomian Setda Pemkab Blitar memberikan sambutan.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Dikatakan, selain pengomposan dan pengelolaan sampah, peserta juga diberikan materi pembuatan biopori. 

Sumur resapan biopori diperlukan bagi petani yang memiliki lahan sempit.

“Diharapkan masyatakat yang ikut serta dalam pelatihan hari ini bisa mensosialisasikan kepada warga lain yang tidak ikut kegiatan ini. Sehingga volume sampah di Kecamatan Talun khususnya di Desa Bendosewu ini bisa semakin berkurang,” katanya.

Kegiatan pelatihan yang digelar ini disambut antusias oleh masyarakat. Oleh sebab itu Eko berharap kedepan Bidang Perekonomian Pemkab Blitar selaku Koordinator DBHCHT bisa menambah anggaran bagi DLH pada tahun depan.

”Anggaran dinas sangat terbatas. Semoga kedepan DBHCHT di OPD kami bisa ditambah. Karena banyak desa-desa lain yang membutuhkan pelatihan semacam ini,” tegas dia.

Sementara itu Achmad Rifai selaku salah satu narasumber dalam paparannya menyampaikan, limbah rumah tangga bisa bermanfaat ekonomis salah satunya dengan dimanfaatkan menjadi pakan ikan. 

Melalui metode fermentasi, sisa makanan seperti sayur mayur dan nasi bisa difermentasi menjadi pakan ikan.

“Proses fermentasi cukup mudah, limbah rumah tangga kita masukkan plastik atau tong dengan ditutup rapat. Kemudian kita masukkan cairan mikroba dan 3 hari sudah bisa kita kasihkan ke ikan. Kalau sayuran seperti kangkung, sawi, itu sebenarnya bisa kita kasihkan ke ikan tanpa difermentasi. Tapi kalau misalnya, sayuran yang agak ulet kita fermentasi dulu dengan prebiotik dicamput tetes dengan kondisi tertutup rapat bisa langsung kita kasih ke ikan,” tukasnya.

Acara pelatihan  pengelolaan persampahan ini diikuti tokoh masyarakat, tokoh bank sampah, tokoh Bank sampah, kader lingkungan dan PKK. Camat Talun, Wiyakto, menegaskan kegiatan ini bagus bagi masyarakat karena memberikan wawasan mengenai jenis-jenis limbah rumah tangga yang dapat diolah untuk mengurangi tingkat produksi limbah rumah tangga.

“Menjaga kebersihan lingkungan itu bukan tugas dari DLH saja. Tapi merupakan tugas kitabersama, tugas seluruh elemen masyarakat. Semoga dengan pelatihan warga Desa Bendosewu bisa semakin kreatif mengolah sampah dan limbah rumah tangga menjadi produk yang berguna,” pungkasnya.(kmf)