Totok Sugiarto, wakil ketua DPRD Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Totok Sugiarto, wakil ketua DPRD Kota Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar akan menggelar rapat evaluasi pendapatan asli daerah (PAD) bersama eksekutif. Hal ini menyikapi rendahnya target PAD Kota  Blitar tahun 2018 yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2017.

Tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menargetkan PAD 2018 sebesar Rp 150 miliar. Sementara tahun 2017 targetnya Rp 195 miliar. Sehingga ada penurunan capaian target pada sektor PAD.

 “Ya, ada penurunan sebesar Rp 40 miliar jika dibandingkan dengan proyeksi PAD pada tahun lalu,” ucap Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto.

Menurut dia, pihaknya masih belum mengetahui secara pasti mengapa target PAD 2018 lebih sedikit dibanding dengan 2017. Oleh sebab itu pihaknya akan mengevaluasi hal tersebut bersama Pemkot Blitar. Salah satu yang disorot dewan adalah pada sektor pendapatan. terutama di sektor PAD, yang belum optimal. Di antaranya dalam sektor pajak reklame dan pajak hiburan. Ini menjadi bahan evaluasi baik bagi dewan maupun pemkot. "Kami akan koreksi penurunan target pada sektor PAD tersebut bersama eksekutif,” tambah dia.

Totok menjelaskan, dewan juga akan berkoordinasi dengan eksekutif terkait perkembangan pendapatan dan belanja daerah pada 2018. Rencananya, pada 27 September nanti DPRD Kota Blitar dan Pemkot Blitar menetapkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2018. Dan akan ada perubahan dalam perumusan anggaran.

“Menjelang akhir tahun ini ada sejumlah proyek tambahan pemkot yang harus dibiayai melalui PAPBD 2018. Salah satu contohnya adalah proyek rehabilitasi Pasar Templek dan pembangunan pasar loak permanen di lahan Pasar Dimoro yang akan menelan anggaran Rp 2 miliar itu. “Pembiayaan ini berkaitan dengan beberapa hal yang mendesak,” katanya. (*)​