Paguyuban Eks Pedagang Mastrip memasang spanduk penolakan relokasi selain di tempat ini.(Foto : Team BlitarTIMES)
Paguyuban Eks Pedagang Mastrip memasang spanduk penolakan relokasi selain di tempat ini.(Foto : Team BlitarTIMES)

Kisruh antara eks pedagang Mastrip dengan pemerintah Kota Blitar soal kepastian tempat relokasi masih belum jelas.

Belum selesai persoalan kapan akan dibangunkan lapak untuk eks pedagang Mastrip di SMAN 1 yang berada di Jalan Kalimantan Kota Blitar sebagaimana hasil kesepakatan antara pihak pedagang dengan pemkot.

Namun muncul ide baru pemkot Blitar yang berencana menempatkan eks pedagang Mastrip di sisi timur Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, atau tepatnya sebelah timur Stadion Soeprijadi.

"Berdasarkan opsi yang sudah kita survei, yang memungkinkan untuk dibangun (dibangunnya lapak untuk eks pedagang Mastrip) adalah di timur Stadion Soeprijadi itu. Kita juga sudah komunikasi dengan Pak Camat, Pak Lurah agar memberitahu kepada warga," ucap Wakil Walikota Blitar, Santoso, saat ditemui BLITARTIMES di Kantor DPRD Kota Blitar, Senin (17/09/2018) pagi.

Dijelaskannya, langkah tersebut diambil pemerintah Kota Blitar juga sekaligus untuk menempatkan dan menata pedagang kaki lima (PKL) sisi timur Aloon-Aloon Kota Blitar, di koridor timur Stadion Soeprijadi yang nantinya tempatnya akan berdampingan dengan calon bangunan lapak yang akan dibangunkan untuk eks pedagang Mastrip yang masih dalam satu kawasan itu.

"Sekaligus disitu kita penataan pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sebelah timur Aloon-Aloon, yang akan ditempatkan di kios-kios timur Stadion. Jadi nanti biar terpusat disana dan saling mendukung," jelasnya.

Ketika Santoso disinggung terkait kesepakatan perundingan antara pihak eks pedagang Mastrip dengan pemerintah Kota Blitar pada hari Jumat, 27 Juli 2018 lalu, dimana dari hasil pertemuan itu pemkot memberikan sikap bahwa lokasi di sisi timur lapangan SMAN 1 Kota Blitar bisa dibangun untuk lapak dan akan dibangunkan oleh pemkot, dia menjawab lahan di sisi timur lapangan SMAN 1 tidak bisa dibangun untuk didirikan lapak.

Alasannya, kata dia, lokasi tersebut masuk kawasan jalan protokol nasional, sehingga upaya membangunkan lapak untuk eks pedagang Mastrip disana menjadi tidak bisa.

"Disana berdasarkan dari hasil FS (fisibility study) nya karena jalan protokol, itu tidak diperkenankan, makanya sehingga tidak jadi karena aturannya tidak diperbolehkan," tandasnya.

Sementara Ketua Paguyuban Eks Pedagang Mastrip, Adi Santoso, mengatakan rencana pemerintah Kota Blitar yang berencana menempatkan eks pedagang Mastrip di sisi timur Stadion Soeprijadi itu sebagai bentuk sikap pemerintah yang tidak bisa dipegang komitmennya.

Menurutnya, pemkot mestinya segera berupaya bagaimana merealisasikan hasil pertemuan antara eks pedagang Mastrip dengan pemerintah Kota Blitar itu.

Dimana hasil pertemuan tersebut menelorkan buah kesepakatan di lahan sisi timur lapangan SMAN 1 bisa dilakukan pembangunan lapak.

"Ini bukti kan kalau pemkot itu tidak bisa dipegang omongannya. Lha wong dia sendiri yang bilang kalau disana bisa untuk dibangun. Nggak apa-apa kalau pemerintah punya rencana itu (berencana menempatkan eks pedagang Mastrip di sisi timur Stadion), yang pasti kita tetap akan menagih komitmen dari kesepakatan kemarin," jlentrehnya, Senin (17/09/2018).

Selain itu, Adi bersama rekan eks pedagang Mastrip telah memasang spanduk di lahan sisi timur lapangan SMAN 1 Kota Blitar yang bertuliskan 'Disini Akan Didirikan Relokasi Pedagang Eks Jalan Mastrip Kota Blitar'.

Menurutnya, spanduk itu sebagai simbol bentuk perlawanan kepada pemerintah Kota Blitar untuk menolak lupa dari komitmen kesepakatan hasil pertemuan antara eks pedagang Mastrip dengan pemerintah Kota Blitar itu.

Kemudian di spanduk tersebut, juga menyampaikan pesan dasar mengapa disitu sebagai tempat dibangun relokasi eks pedagang Mastrip, dengan bertuliskan 'Dasar:

1. Keputusan PTUN Nomor : 08/G/2017/PTUN.SBY

2. Keputusan PT.TUN Nomor : 160/B/2017/PT.TUN.SBY

3. Hasil konsolidasi dengan Wawali Kota Blitar Hari Jumat 27 Juli 2018 Bahwa Wawali memberikan kebijakan tempat relokasi disini/di tempat Ini (Seputaran Lapangan SMA 1 Kota Blitar) Jl. Kalimantan, Kec. Sananwetan, Kota Blitar.

MENOLAK LUPA'