Kondisi Pasar Legi Kota Blitar saat ini yang mirip rumah hantu (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Kondisi Pasar Legi Kota Blitar saat ini yang mirip rumah hantu (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Pasca terbakar pada 2016 lalu, kejelasan nasib Pasar Legi dan pedagangnya yang menjadi korban kebakaran mulai terlihat harapan menggembirakan.

Pasalnya, Pemerintah Kota Blitar akan mulai merenovasi pasar pada pertengahan semester pertama tahun 2019 melalui dana APBD (Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah).

"Insyaallah nanti pertengahan awal tahun 2019 akan dimulai proses renovasi. Pasar Legi tetap direncanakan (rencana anggaran pelaksanaan) secara multi years, jadi tahun 2019 diperkirakan menyerap anggaran sekitar tiga puluh miliyar. Kemudian tahun 2020 menyerap dua puluh miliyar sehingga total lima puluh miliyar," kata Wakil Wali Kota Blitar, Santoso, saat dihubungi BLITARTIMES, Minggu (16/09/2018).

Anggaran renovasi dikonsep multiyears, kata dia, supaya tidak membebani program anggaran pembangunan oleh sektor lain yang dijalankan oleh berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah) pemkot Blitar.

"Kalau sekaligus kita serap anggaran 2019, nanti OPD-OPD itu nggak kebagian. Langsung lima puluh miliyar kasihan. Makanya proses pembangunan di setiap OPD biar jalan," jelasnya.

Terkini, upaya pemkot Blitar terkait renovasi pasar legi masih tahap pemenuhan Fisibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED) dan Master plan pembangunan.

Direncanakan akhir tahun 2018 finalisasi dokumen administrasi pembangunan itu sudah bisa dirampungkan.

"Konsep atau model renovasinya seperti apa disesuaikan dengan konsep rencana pembangunan itu," imbuhnya.

Sekadar mengingatkan, pada 12 Juli 2016 lalu pasar terbesar di Kota Blitar itu terbakar.

Kios yang ikut terbakar diketahui sebanyak 1.722 unit Los dari total 2.300 kios dan Los. Kios-kios tersebut diketahui mayoritas adalah pedagang pakaian.

Sementara ini, mereka pedagang korban kebakaran menempati halaman depan dan sisi utara pasar legi untuk berjualan.

Pemkot Blitar menempatkan mereka disana sembari menunggu proses renovasi pasar hingga selesai.